Kamis, 02 Agustus 2012

Dia Lari dan Berhenti?


Iri itu boleh gak sih?

Nasib itu emang gak ada yang tau, takdir juga begitu. Kenapa ya setiap orang punya takdir yang beda-beda? Padahal mereka sama, sama-sama manusia yang dilahirin dari rahim ibu.

Bolehkah iri itu?
Rasa ini itu gak jelas banget! Aku gak tau ini rasa iri atau sebel atau apalah aku gak tau.

Gimana aku ngatasin rasa ini? Rasa yang aku gak ngerti jelas sebenernya apa maksud rasa ini.

Bolehkan aku dapet kata-kata 'selamat' itu?

Bukan!

Aku bukan mengharapkan kata-kata selamat itu, aku cuma pengen bisa jadi dokter itu aja!

Aku udah belajar dan berdoa, berusaha gak sombong kalau misalnya ada kesombongan yang pernah terbesit walaupun sedikit, tapi kenapa sih?

Kenapa kedokteran itu gak menghampiriku tahun ini? Kenapa aku masih tidak pandai berlari untuk mengejar cita-citaku yang jauh itu.

Cita-citaku berlari kencang sekali, kenapa? Tidak maukah dia berhenti untuk menungguku?

Aku sudah berlari sampai aku lelah, keringatku sudah tidak bisa keluar lagi, nafasku sudah terengah dan hampir kehabisan nafas. Aku cuma bisa menangis melihat cita-citaku pergi menjauh, sejauh bulan, dia bersinar tapi aku belum bisa menggapainya.

Aku akan latihan berlari, berlari untuk mengejar cita-citaku yang berlari jauh, sekarang dia berhenti, menungguku disana. Dia baik, menungguku tanpa lelah, aku juga tidak akan mengecewakan cita-citaku itu, aku akan berlatih berlari, agar aku bisa menyusulnya, agar aku bisa berlari bersama dengannya, berlari bersama dan pada akhirnya aku istirahat bersama dengannya. Menjadi sahabat yang tidak akan terpisahkan, saat itulah aku sudah mendapatkan apa yang aku cita-citakan. Aamiin.

Tunggu aku, aku akan belajar LEBIH sungguh-sungguh lagi, aku akan belajar segalanya, tidak hanya belajar untuk berlari mengejar dia, tapi aku akan belajar dasar dari berlari itu agar aku tidak mudah terjatuh, dan tidak lagi terengah kehabisan nafas.

Tahun depan semoga aku bisa bersama kamu, bergandengan untuk berlari sama-sama. Menggapai dirimu yang susah untuk aku gapai, wahai cita-citaku.

Ya Allah, bantu aku untuk ikhlas, dan sabar dalam belajar segala hal, agar aku dapat mengejar dia dan akhirnya aku akan pergi bersamanya, cita-citaku. :)

Aku tau, pasti banyak batu saat aku mengejar cita-citaku. Aku akan berusaha untuk kuat, karena cita-citaku ini tidak mudah.

Aku tau, Allah membuat aku belajar untuk menghargai sebuah cita-cita.

"Semakin susah sesuatu itu kau dapat dengan segala pengorbanan dan perjuangan akan lebih kau hargai dan lebih terlihat berharga dimatamu"

Well, bismillahirrohmaanirrohiim. :')

Tertanda

Seseorang yang sedang membangun semangat dari serpihan kekecewaan :')

4 komentar:

  1. ecieh kakak;3 semangat yaaa ^^ *entahapahubungannya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, iya makasih adek cantik semangatnya ;;)

      Hapus
  2. bahasamu lo tik, so touching :') cemungud eaaa qita qaqaaaa... hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, makasih nab :D ini itu bahasanya orang yang lagi nyusun semangat yang sempet berhamburan bil. Iya semangat qaqaaaaaa :*

      Hapus

Big thanks for reading!

Large Yellow Polka Dot Pointer
by Atikah