Rabu, 03 Desember 2014

Apa Karena Hujan?

Musim hujan membuatku mengingat sesuatu.

Waktu itu memang tidak hujan, tapi tempat itu identik dengan hujan, aspal basah, aroma formalin, iya, Laboratorium Anatomi.

"Kamu siapa?"

"Atikah.."

"Siapa?", dia mendekatkan telinganya.

"Atikah.."

"Siapaaa?", tanyanya lagi.

"ATIKAAAAH", aku teriakan namaku.

lalu dia melepaskan genggaman itu.

Sampai sekarang pun aku tidak tahu, kenapa aku masih ingat betul, padahal pada saat itu aku sama sekali tidak peduli siapa dia.

Apa karena hujan yang menyimpan memori? 

Jelas tidak. Waktu itu kan tidak hujan. 

Minggu, 30 November 2014

In your eyes, in your mind,
love being drawn
Even we're far apart,
Even we're hidden,
love is you

I hope longing that comes with the wind can tell you about my heart

Love is the moment,
The day, the moment you came
You filled up my eyes, You filled up my heart and I keep thinking of you.

Love is the moment,
The day, the moment you left,
I can't forget it,
I keep thinking about it.

Close your eyes, close your ears,
I feel the love, 
Even if I can't catch you,
Even if I can't hug you,
love is you

I hope the longing that is hidden in the sunlight can tell you about my heart

Love is the moment,
The day, the moment I let you go
My heart stopped , time stopped , and it keeps hurting.

Love is a moment,
The day, the moment I left you, 
The love also left, and it keeps hurting.

In your eyes, in your mind, love is...

—The Moment

Jumat, 28 November 2014

"Cinta terasa lebih menyakitkan, semakin kita cinta, cinta terasa lebih menyakitkan" — The Heirs

.....dan kamu apa kabar?

Minggu, 16 November 2014

Apa kabar?

Untuk menanyakan "apa kabar" saja aku tidak sanggup.

Setahuku, menanyakan kabar tak pernah sesulit ini. 

—kata seseorang di ujung sana

Sabtu, 01 November 2014

The Power of Us

OHaaaaaai :D *menebarkan lope-lope di udara*

Dunia udah cukup berubah sekarang, mindset, kebiasaan, emmm apa lagi ya, banyak deh, hati juga ding udah sehat sejahtera sekarang, alhamdulillah. Gara-gara Nyit nih, aku jadi ketularan pengen nulis tentang tiga sahabat temen sodara gila yang selalu bikin lemes kalo udah ketawa. They're tottaly insaneeeeeee!!! :'))


Emmm, mereka itu udah kayak keluarga kedua, bayangin aja dari pagi sampe malem ketemu terus, kalo lagi sibuk-sibuknya, malah pulang itu cuma buat tidur doang :')) 

Ehehehe.

Temenku ini cantik-cantik tapi gila semua, aku bisa jadi aku, kalian bisa melihat sisiku hahaha, terimakasih telah menerima kelemotanku, kawan, oh iya sama keberisikanku :') ah pokoknya suayang sampe kapanpun, insya allah aamiin.

Ininih mereka...
Klik readmore guys :)

Kamis, 23 Oktober 2014

Kagumku

Setiap anak pasti punya kelebihan dan kekurangnya masing-masing. Aku mengagumi kakak laki-lakiku dan kakak perempuanku dengan caraku sendiri, mereka begitu sempurna di mataku dalam beberapa hal.

Tanpa mereka ketahui aku mengaguminya dan diam-diam memperhatikannya. Meskipun aku tidak bisa melihat mereka setiap hari, tapi aku mengira-ngira apa yang mereka lakukan. 

Aku mengagumi mereka, rasanya ingin jadi seperti mereka, tapi bagaimana caranya?

Selasa, 21 Oktober 2014

Bukan Tentang Rindu, Apalagi Tentang Kamu

Hai senyum yang sudah lama tidak kusapa, hai mata berbinar yang tak seberbinar dulu, hai rindu yang sudah pergi karena lupa. Hai kamu, iya kamu..

Hahaha. Hanya tulisan, murni tulisan.

emmm, sebenernya ini bukan membahas senyummu lagi, itu sudah terlalu basi untuk ditulis. Ini juga bukan lagi membahas rindu itu lagi, aku saja sudah lupa rasanya merindu, ini juga bukan tentang mata berbinarmu itu, jelasnya bukan tentang kamu..

Hari bertambah hari, umur semakin berkurang, dan cara memandang sesuatu bisa berubah karena pengalaman, lingkungan, dan apa yang dibaca atau didapat dari orang lain. Setiap manusia berhak untuk berubah..

"Banyak dari manusia bertahan dalam lubang kesalahpahaman dan mereka tidak ada yang berusaha untuk memahami"

Itu yang aku rasain sekarang, terjerumus dalam kesalahpahaman..

Dalam hal? yang jelas bukan lagi tentang kamu, rindu, atau apalah itu ;;)

dalam banyak hal, semua hal, hampir semua hal.

Kebanyakan mereka melempar begitu saja tanpa penjelasan, pergi dengan luka, sampai ia lupa jika ia pernah terluka. Seharusnya bicara adalah kuncinya, tapi rasanya luka yang menahannya, luka yang membuat hal itu tidak dibicarakan, luka juga yang takut jika ada tangis setelahnya..

Seharusnya menangis adalah solusi yang paling tepat karena katanya menangis itu menegeluarkan hormon serotonin, hormon bahagia. Tapi sayangnya aku hanya menangis didepan orang-orang yang membuat aku nyaman, aku bukanlah aku yang dulu suka menangis cuma karena kekancingan di pintu kamar mandi sekolah....

Itu atikah jaman SMA cuyy..

Dunia itu bukan tentang itu-itu saja, masih sebagian kecil aku laluin, jadi rugi bangetlah kalo aku masih nangis karena kekancingan di pintu kamar mandi sekolah, atau nangis karena dijepret pake karet, atau nangis karena gak bisa roll depan :')

Aku gak tau tulisan ini bahas tentang apa, tapi aku cuma mau bilang satu hal sama semua yang berada di belakang.

Terimakasih atas segala pelajaran hidup di sma dulu, pelajaran itulah yang membuat aku belajar dan membuka mata lebar-lebar, berpikir lebih terbuka, dan gak mau terjerumus di lubang yang sama. Terimakasih pelajarannya!


Rabu, 08 Oktober 2014

Gelagat Diri

Sebagian orang akan selalu berusaha melakukan yang terbaik sedetail mungkin. Ya, mungkin hanya sebagian orang. 

Berusaha menjadi manusia terbaik tanpa memperdulikan bagaimana situasi dihatinya dan sampai lupa bagaimana menjadi yang paling nyaman. Bukan begitu caranya.

Sebagian orang melakukan terbaik untuk orang-orang terbaik di hatinya bahkan sampai lupa bagaimana menyayangi dirinya sendiri. 

Sebagian orang berusaha menjadi manusia yang diinginkan bahkan sampai lupa bagaimana membuat suasana menjadi hangat. 

Sebagian orang ingin menjadi manusia yang terbaik, tapi mereka salah caranya. Ya, sebagian orang pada bait ini bisa jadi termasuk aku. 

Rutinitas yang dilakukan berhari-hari bahkan bertahun-tahun membuat hafal bagaimana gelagat diri ataupun lingkungan, tapi kenapa terkadang kita tetap melakukan hal buruk yang sudah kita tahu buruk berulang-ulang?

Entah apa hubungan tulisan ini dengan sensitifitas, tapi sensitifitaslah yang membuat aku menulis pagi ini. 

Aku benci beberapa sifat yang selalu melekat pada diriku, sifat yang tidak penting dan sangat meganggu pikiranku berhari-hari sampai akhirnya dia hilang dengan sendirinya. 

Hai jiwa, belajarlah dari yang lalu, jangan kau terus memunculkan sifat yang tidak perlu. Hai jiwa, kau sudah beranjak dewasa, tapi kenapa kau masih seperti ini?

Senin, 01 September 2014

Antara Senyum, Biru, dan Batu Karang

Jika kebanyakan orang-orang menyukai warna jingga di langit yang kontras dengan air laut, aku lebih suka warna biru bersih yang seperti dihiasi dengan kapas-kapas empuk, entah kenapa. Aku merasakan kedamaian didalamnya.

Paduan warna biru bersih, biru laut, dan putih bagiku itu paduan warna yang sempurna. 

Jika kebanyakan orang-orang bisa melihat ketulusan dari mata, aku melihat dari sisi yang berbeda, aku melihat dari bagaimana seseorang itu tersenyum. Entah kenapa, aku bisa merasakan perbedaan mana yang senyum tulus, mana yang senyum palsu, dan mana yang sekedar senyum. Jika benar tulus, aku bisa merasakan damainya. Damainya seperti aku melihat warna senada laut dan langit itu, tak lupa diiringi dengan angin sejuk dan aroma harum pantai yang khas. 

Senyum tulus itu seperti tergambar jelas di wajahnya, diikuti dengan mata yang berbinar, dan semua otot wajah yang tertarik ramah bersama senyumnya. Sangat mudah untuk merasakannya, aku tidak melihat, tapi aku merasakannya kemudian baru aku melihatnya. (atau kebalik ya, eh, entahlah)

Mata memang tidak bisa berbohong, tapi apakah kamu bisa melihat mata itu ketika dia berpaling? Berpaling dan tidak melihat matamu..

Maka dari itu..

Senyum itu seperti laut, dia luas dan damai. Dia tidak bisa berpaling, dia tetap ada disana karena senyum tulus itu tidak bisa disembunyikan begitu saja. Seperti batu karang yang menerima lemparan ombak, dia rela terkikis demi ombak. Batu karang dan ombak itu seperti dua insan yang saling memberikan senyum dan sama-sama memberikan ketulusan pada otot positif di wajahnya. 

Mereka akan tetap terlihat dan tak ada yang bisa menyembunyikan itu, well, aku suka senyummu, tapi itu dulu. 

Tidak bisa dipungkiri, bahwa terkadang aku menilai seseorang dari senyumannya. :)

Rabu, 27 Agustus 2014

Cahaya di Atap itu

Cahaya putih di atas itu terus menatapku, iya, itu cahaya lampu yang selalu menyala sepanjang malam. 

Aku tidak suka gelap. 

Dari dulu setiap malam aku pasti terbangun kalo cahaya itu dipadamkan, seperti ada seseorang yang mengagetkanku. Aneh ya, aku dan cahaya putih di atap itu seperti satu hati. 

Tapi cahaya putih itu juga selalu menjadi saksi bisu ketika aku berdiam di tengah malam. Aku tidak suka gelap, tapi terkadang aku terganggu dengan cahaya putih itu untuk tidur. Menutup mukaku dari dia dengan selimut adalah kode keras jika aku terganggu.

Susah. 

Gelap tidak bisa tidur karena imajinasi kemana-mana. Terang malah kesilauan. Atikah rempong. 

Ajaibnya, cahaya itu bisa menyimpan kenangan, setiap sudut kamarku pun begitu, entah mengapa, padahal tak ada hubungannya. (Di iyain aja biar cepet)

Akhir-akhir ini aku memaksakan diriku untuk tidur dalam gelap, hehe. Soalnya memang katanya gak baik kalo tidur dengan lampu menyala. 

Hai cahaya putih, aku harus membiasakan tidurku tanpa dirimu, aku harus terbiasa tanpamu. 

Semuanya ada karena terbiasa, mungkin lama-lama aku akan terbiasa dengan gelap. Jika aku mulai rindu cahayamu dari bawah selimutku, berarti aku rindu akan kebiasaanku bersamamu, bukan merindumu, gila aja rindu sama lampu. Hehe. 

Good night! :)

Senin, 25 Agustus 2014

Pesan yang Indah dan Kado yang Istimewa, Tidak Mungkin Sesimple Pikiranmu

Kebiasaanku itu membaca semua postinganku ulang sebelum menulis, iya, biar dapet feel aja hehe. Semalem aku barusan aja baca ini Gagalku untuk Suksesku (yang belum baca mungkin bisa baca hehe, klik aja ini). Ternyata sebegitunya ya rasanya patah hati sama sebuah harapan hehe.

Kalian tahu kenapa aku suka nulis? emmm meskipun gak ada yang nanya, aku bakal jawab, hahaha. Karena dengan nulis aku tahu apa yang aku lakuin dan dengan nulis juga aku jadi tahu pelajaran-pelajaran apa yang bisa aku ambil dari setiap detail-detail kejadian. Aku nulis bukan cuma di blog ini, aku juga nulis di blog sebelah hahaha, aku juga nulis di diary hehe seperti cewek-cewek biasanyalah, tapi dengan diary itu aku bisa tersadar gimana "aku" dulu, dan pastinya insya allah aku gak bakal ngelakuin hal-hal yang bodoh kedua kalinya, gak bakal mau lagi deh.

Oke, kembali ke awal. Dari post yang baru aku baca itu, aku baru tahu jawaban dari judul itu.

Gagalku untuk Suksesku..

Iya, mungkin aku gagal untuk ngejar jurusan yang aku pengen, dan waktu itu aku mikir, aku harus gagal dulu tahun itu, dan aku akan berhasil dari keinginanku di tahun berikutnya. Ternyata Allah tidak se-simple itu menyampaikan sebuah pesan. Allah mengemasnya dengan cantik, dikemas dalam sebuah kotak yang hanya bisa dilihat kecantikannya ketika sudah dibuka. Pesan itu sederhana ini....

Sabtu, 23 Agustus 2014

Dayung dan Lumba-Lumba

"Berarti kamu sama aja dong kayak dia, setali tiga uang, kamu membalas hal yang sama ke dia"

Perkataan itu selalu berputar di otakku, menurutku ini bukan membalas, aku hanya menyadarkan dia tentang hal yang dia lakukan agar dia tahu bagaimana rasanya, apa itu salah? hehe, lagian orang itu pasti tidak sadar, huh, yaiyalah.

oh, satu kata, aku bukan pendendam kok. ini cuma tulisan, kendorkan kerutan keningmu itu :)

Bayangkan jika kalian berada di sebuah perahu, kalian harus mendayung perahu itu bersama-sama, tapi ternyata kamu hanya mendayung sendirian, lelah? Pasti, karena berjuang sendirian itu terlalu melelahkan, sangat melelahkan. Angin, ombak, ah serem deh, naudzubillah :( 

Aku bukan membahas tentang kesendirian dalam sebuah harapan yang telah lenyap di tengah samudra (asik kata-kataku huahahaha, nggilani) Aku hanya membahas tentang rasa kecewa yang diberikan secara bertubi-tubi, iya, keroyokan gitu, gila aja, aku kan manusia biasa, hello please!

Kekecewaan memang bukan dibalas kekecewaan. Aku tidak pernah bilang kalo kecewa, aku hanya diam dan menunjukan melalui sikap, wanita memang begitu, mereka selalu ingin ditebak, sulit memang, maklum ya.

Akhirnya aku berpikir, "kalo dia bisa bikin aku kecewa, kenapa aku harus berusaha untuk tidak membuatnya kecewa?"

Iya, aku berkata seperti itu karena aku lelah mendayung sendirian di tengah samudra, aku bisa renang kok, jadi mendingan aku nyemplung aja, aku nyemplung terus mau ketemu sama lumba-lumba biar aku digendong terus di bawa pulang ke rumah, lumayan kan sekalian olahraga diajak lompat-lompat sama lumba-lumba, kalo enggak aku di angkat jadi putri lumba-lumba deh, tapi maunya putri lumba-lumba yang cantik, mau kayak princess Elsa. Terus kamu gak bisa ndayung deh sendirian di laut, kapok, soalnya alat yg buat ndayung di makan sama lumba-lumba. Duh. Ampun deh, aku gak fokus maksimal. Ah, abaikan. Lagi gatau mau nulis apa.

Ampuni Atikah, Ya Allah...

Cuma tulisan iseng ya Allah, efek dari baca novel ya allah, bukan novel lumba-lumba tapi ya allah...

tulisan gak serius :(

"kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan hanya membebani hati dan pikiran. Aku berlindung pada Allah dari rasa ini.." (mama doa begitu, dan aku juga) O:)

Gadis Dua

"hai, lama tak berbicara, beberapa hari yang lalu aku mendapatkan kata-kata yang tak terduga loh"

"apa itu?
eem, oh iya, apa kamu sudah bertanya hingga detik ini?"

"ada deh, terkadang manusia tidak sadar, perkataan sederhana bisa menyakiti seseorang, dan terkadang manusia tidak sadar pesan tersirat itu bisa terbaca dengan mudahnya oleh pembaca atau pendengar, dan terkadang aku pun juga tidak sadar, jadi aku maklum...
Bertanya? huh. sepertinya aku tidak akan bertanya hingga aku lulus nanti."

"Iya. Memang begitu kodratnya...
Hah kamu selalu saja begitu, sampai kapan?"

"entahlah. Mungkin sampai aku lupa jika aku akan bertanya. :)"

---------------
 baca juga: Gadis Satu
---------

Rabu, 20 Agustus 2014

Hai biru apa kabar?


Hai biru, keajaiban Penciptamu selalu membuat aku ingin mengelilingi saudara birumu di seluruh penjuru dunia ini.

Hai biru, kau lemparkan ombak itu semaumu bersama angin seperti ucapan selamat datang untukku.

Hai biru, semoga putihmu akan selalu bersih dan jauh dari tangan kotor manusia yang tidak peduli akanmu, lindungi dirimu dari sampah ya. Agar aku tidak sedih jika melihatmu. 

Hai biru, kau seperti obat pilu dari hati, segala resah sekejap sirna ketika melihat indahnya hasil karya Penciptamu. Ya, kau selalu jadi obat piluku, biru, selalu. 

Hai biru, suatu saat nanti aku akan pergi keseluruh birumu, dimanapun itu, dan semoga Penciptamu mengijinkannya. 

Itulah impianku. 

Hai biru, ijinkan ragaku merindumu. Jaga angin kencang itu ya, biru, karena hal itu adalah bagian yang paling aku suka. Melihatmu dan merasakan angin kencang yang selalu mengiringimu. 


Jumat, 18 Juli 2014

الله

Tuhanmu itu romatis, Tuhanmu selalu menorehkan kata-kata dengan puitis, Dia adalah perencana Yang Maha Baik, Yang merencanakan dari kamu belum ada sampai akhir kehidupan nanti.

Apa kamu meragukan rencana-Nya?

Hey kamu, rencana-Nya pasti akan selalu indah, jika dirasa sekarang keadaanmu tidak seindah itu mungkin keindahan itu masih terselip di dalamnya, tetapi hanya saja kamu belum tahu, dan jika dirasa kamu tidak segera menemukan keindahan itu, bersabarlah, kamu hanya perlu memahami makna dari sebuah kehidupan, ada banyak pelajaran di dalamnya. Lihat, rasakan, dan pahami! 

Rencana Allah selalu indah. Jangan pernah takut, kamu tidak pernah sendiri. Ada dua malaikat yang selalu mendampingimu, dan Allah selalu melihatmu dimanapun kamu berada.

Kamis, 17 Juli 2014

setahun lalu :')

Malang mulai caper nih ke maba-maba, malang yang dulunya sumuk di semester genap akan berubah layaknya ksatria garuda ciyaaaaaat jadi dingin sampai minta di peluk mama. Nah, tepat satu tahun yang lalu nih, aku ikut screening disma, jadi disma itu kayak dislipn mahasiswa gitu yang buat waktu ospeknya para maba. Duh, gak lagi-lagi deh aku ikut screening, jawabanku semuanya nggilani gak ada yang bener. Ampun deh.

Jadi malem itu sebenernya traktirannya temenku, eh tapi ada sms dari kakak dismanya bilang kalo screeningnya sekarang, yaudah deh dengan berat hati dan sedikit gak paham kita pergi dari tempat makan itu Cuma buat screening doang, iya doang, doang. PADAHAL GAK DOANG :’)

Awalnya kita masuk ke ruangan itu, ruangan cukup luas, kita berdua masuk (yang screening kan aku sama temenku) terus ditanya-tanyain, “wah ternyata screening gini doang, ngomongnya pelan-pelan, alhamdulillah”, dalam hatiku..

Eh ternyata, diantara kita berdua disuruh keluar, screeningnya gantian...
Mulailah jantungku berdisko ngalah-ngalahin kalo aku disebelahnya orang yang aku suka deh, masih duduk nih aku ceritanya, tiba-tiba..
klik readmore gih :)
tulisan ini akan memiliki makna yang berbeda..

"Kamu pikir? :)"

"Kamu pikir?!"

"KAMU PIKIR??!!!"

terus aku gak tau mau nulis apa......... 

Hening panjang.......

Rabu, 16 Juli 2014

Selirih Suara Hati

Suara hati memang harus kita dengarkan, suara hati itu lirih sekali sampai terkadang tidak terdengar oleh kita sendiri. Pelannya suara hati sampai membuat kita tidak sadar jika ada bisikan setan mengikuti.

Jadi jangan asal mendengarkan suara hati, kita juga harus hati-hati karena bisikan setan juga selembut suara hati. Hiasi hati dengan kata-kata yang memuja Illahi, agar bisikan setan bisa terhindar dari hati, dan kita jauh dari penyakit hati :)

*pake mukenah* *siap-siap ceramah* *edisi Romadhon lagi*

Senin, 14 Juli 2014

Kamu Tahu Rindu? Rindu itu Kamu

Kamu tahu rindu? Iya, rindu itu kamu...

Kamu tidak tampan, tidak memiliki senyuman tulus karena kamu tidak bisa tersenyum, kamu selalu menanamkan kerinduan disetiap aku sudah lama tidak bertemu denganmu, melihatmu saja tidak bisa mengobati rinduku, mencarimu sudah seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami, tidak seperti dulu. Huveeeeeeeeeeet pake huruf v #oposeh.

Kamu tidak terlalu indah, tidak semua orang yang menyukaimu, badanmu bulat, kulitmu putih, mungkin hanya aku yang setia, dan selalu merindukanmu ketika aku mendengarkan namamu..

Cimol, I Love You. Kamu kalo Ramadhan gini dijual dimana sih? :(

Aku kuangen loh, aku pengen kamu ada cimoooool, aku pengen makan cimol. aaaaaaaaakkkk hahaha :(

TURUNKAN CIMOL DARI LANGIT, TURUNKAN CIMOL DARI LANGIT!!!

Kamis, 03 Juli 2014

Beda Kata Beda Efek

Kadang kita sudah tahu bagaimana siklus itu berjalan, tapi entah kenapa kita tetap menjalaninya.

Kadang kita tahu bagaimana proses berakhirnya, tapi entah kenapa kita masih ingin terus memulainya. 

Sebenernya apasih yang diinginkan? Kepuasan? Kebahagian? Atau apa?

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka" (QS 13:11)

Mungkin itu jawabannya :) *pakai mukenah* *edisi romadhon*

Waktu terus berjalan, siklus yang dulu pernah dijalani sudah tercatat di otak dan otak enggan untuk mengulangi, tapi hati tidak begitu karena hati mengandalkan sebuah harapan. 

Harapan itu berarti adalah sebuah impian. Banyak orang bilang, harapan yang terlalu besar malah membuat rasa kecewa begitu besar dan memperkecil keberhasilan sebuah pencapaian. Tapi menurutku tidak begitu..
(klik readmore untuk lanjut baca, yuk :))

Selasa, 01 Juli 2014

Satu Persen untuk Kenangan

Kenangan adalah sesuatu yang tidak pernah bisa murni hilang, tidak bisa disentuh dengan penghapus manapun. Seperti kata seorang sahabatku..

"Ingatan tentang sesuatu yang akan dilupakan itu tidak akan bisa murni hilang karena pasti akan selalu tersisa 1% untuknya, yaitu kenangan"

Yap. Tepat sekali. :)

Mungkin kita bisa memaafkan, tetapi tidak melupakan. Jangan pernah sedih jika sekarang kamu hanya bisa melihat punggungnya dan bukan lagi senyumnya. Jangan pernah sedih jika rindumu sudah tidak bisa lagi di katakan atau disampaikan. Jangan pernah sedih dan selalu menanyakan apakah dia sudah sepenuhnya pergi atau belum karena setidaknya masih ada 1% diotaknya tentang kamu. Masih ada ruang sedikit untukmu, walau sedikit. Masih ada kenangan di dirinya.

Jika dia penulis, kamu akan dikenang lewat tulisan. 

Jika dia musisi, kamu akan dikenang lewat indahnya sebuah lagu.

Jika dia seorang yang bertaqwa, kamu akan selalu disebut di doanya. 

Jika dia bukan semua yang aku sebutkan di atas tadi, biarlah keadaan yang menjawab apa yang dia lakukan, toh ini hanyalah kenangan, lambat laun kamu akan melupakan. Oh, bukan melupakan, hanya menyisihkannya ke samping dan memberi ruang untuk ingatan yang lain, tapi dia tetap ada. 

Mungkin sedih di awal, tapi ingat kesedihan akan selalu datang bersama kebahagiaan, begitu juga dengan kesulitan, dia akan selalu datang bersama kemudahan.

Keikhlasan itu indah bukan? :)

Sabtu, 28 Juni 2014

Hai sodara

Hai sodara, pesanku kepada kalian semua "janganlah kalian jatuh ke lubang yang sama, janganlah kalian galau karena perkara yang sama"

Oke. Bye. Hahaha. Aku sok ceramah.

Marhaban Ya Ramadhan..

Marhaban Ya Ramadhan..

Alhamdulillah tahun ini masih dipertemukan sama Ramadhan hehe. 

Bagiku Ramadhan itu kayak hujan karena mereka sama-sama bisa menyimpan kenangan. 

Ramadhan datang pasti beribu memori tahun lalu datang ke otak, karena setiap tahun pasti punya kespesialan sendiri. Entah kenapa ya, kalo Ramadhan datang itu reflek langsung mikir, "tahun kemaren itu aku......bla...bla..bla". Apa cuma aku aja ya yang mikir gitu haha. 

Pokoknya menurutku Ramadhan itu sama kayak hujan soalnya sama-sama bisa nyimpan kenangan, dan sama-sama  mendatangkan kesejukan. Hehehe. 

Marhaban Ya Ramadhan, semoga Ramadhan tahun ini lebih bisa jadi manusia lebih baik. Mohon maaf ya atas semua kesalahan. Selamat puasa dan berlomba-lomba menjadi manusia lebih baik! :)

Selasa, 24 Juni 2014

Hati yang Berlabuh

Jangan pernah takut untuk kehilangan karena kehilangan tidak pernah sungguh-sungguh kehilangan. Tenang, jika memang kamu adalah tempat hatinya untuk berlabuh, dia tidak akan pernah salah menuju jalan pulang.

Tapi bagaimana jika di hati itupun tidak ada sesosokku lagi? 

Tenang, jika memang iya dia tempatmu pulang, sesosok itu pasti akan muncul lagi sesuai ijin-Nya dengan mudahnya di luar akal sehatmu. Ini cuma masalah waktu kok. Cinta akan datang dengan mudahnya jika memang aku tempat kembalimu.

Tapi bagaimana jika aku bukan tempat hati itu untuk pulang? 

Tenang, masih banyak hati lain yang lebih baik dan pasti dia sudah siap untuk berlabuh kok.

Karena hati pasti akan pulang ke tempat dia berasal, kamu tidak perlu takut. Mereka tidak akan tersesat di jalan pulang. Cinta akan berlabuh seperti kapal yang pulang ke pelabuhan, seperti pesawat yang melandas di bandara, seperti seorang nelayan yang pergi ke tepian pantai setelah dia lelah mencari ikan, seperti bumerang yang kembali ke tangan suku Aborigin setelah dilemparkan, dan seperti semua manusia yang akan kembali ke tanah sebagaimana ia diciptakan dari tanah. 

Semua akan kembali ke tempat ia berasal, kamu harus percaya itu. 

Cinta itu bukan masalah saling atau bertepuk sebelah tangan, cinta juga bukan masalah siapa yang paling cinta atau siapa yang paling peduli, cinta juga bukan masalah siapa yang paling lama dicintai atau siapa yang lebih dulu cinta, tapi cinta itu masalah waktu karena waktu yang tidak tepat bisa membuat cinta itu pupus saat dia bersemi. 

Kalo memang ini cinta, kalo memang ini iya, sang Pencipta pasti memiliki maksud untuk kita semua. 

Hatimu nanti pasti akan berlabuh, tapi entah ke pelabuhan yang mana, kita tak akan pernah tahu :)

Jumat, 20 Juni 2014

my mom said

Kalo dia tampan, lalu kita kagum. 

Kalo dia pintar, lalu kita kagum. 

Buat apa? Hidup selalu saja begitu.

Seharusnya yang kita kagumi itu Penciptanya, tanpa Pencipta dia tak akan setampan itu, tanpa Pencipta dia tak akan sepintar itu. 

Dia pintar karena yang menciptakan.

Dia tampan juga karena yang menciptakan.

Jadi, kagumi saja yang menciptakan :)

karena semua-semua kelebihan itu ada sesuai ijin-Nya. 

Keindahan dan kesempurnaan hanyalah milik Allah semata O:)

Dekati Pencipta hatinya, jika kamu ingin memilikinya :)

my mom said. 

Sabtu, 31 Mei 2014

Apa Otak Pintar Memilah?

Rasanya semakin bertambah usia dan seiring berjalannya waktu, otak lebih sering memilah. Iya, memilah bagian-bagian kehidupan mana yang harus di kesampingkan, dan mana yang akan selalu jadi cerita atau malah menjadi bagian yang memang harus dilupakan.

Kadang rasanya seperti orang amnesia, waktu diingatkan suatu peristiwa, lalu otak berusaha keras menggali memori itu tapi sayangnya tak muncul juga...

kemudian muncul rasa berdosa #halah

Apa memang begitu? 

Semakin tua akan semakin lupa?

Semakin tua akan semakin jelita? ( UOPO SEH GAK NYAMBUNG :( #abaikanatikahwesgakusahdibaca)

Apa memang otak begitu? 

Memgenyampingkan semua peristiwa yang dirasa tak penting? dan memilah mana yang penting?

Lalu, bagaimana jika aku melupakan bagian terpentingmu? 

atau malah sebaliknya...

semoga otak semakin pintar memilah ya.

((((((sumpah ya bukan kode, iseng nulis doang))))))

Huh. Byeee~

Kamis, 22 Mei 2014

you're always free to begin again, and you're always free to believe, when you find the place, that your heart belongs, you'll never leave :)

Courage is the key thats opens every door :)

Minggu, 18 Mei 2014

Satu senyum

Ada seorang sahabat yang membuat aku sadar akan sesuatu. 

Cerita banyak hal, berbicara yang tidak penting, bercanda sampai gila, hal itu udah jadi kebiasaan dari dulu, tapi kali ini beda, dia lebih dewasa akan perkataannya. :)

Dia bilang,

"Sebenarnya yang tau keadaanmu sebenar-benarnya hanya kamu dan Allah.  Orang lain yang memberi saran itu hanya mengatakan hal sesuai pengalamannya saja. Mereka tidak benar-benar tau bagaimana keadaanmu, mereka hanya mengatakan apa yang mereka tahu dan membuatmu yakin atas jawabanmu. Jadi lebih baik, kamu berdoa kepada Tuhanmu, niscaya jawaban itu akan ada secara tersirat dan suatu saat kamu sadar bahwa itu adalah sebuah jawaban"

Memang benar. Sebenernya kita itu udah tau apa yang harus kita lakuin, udah tau jawaban apa dari pertanyaan kita, tapi terkadang kita itu cuma butuh perkataan dari orang lain untuk meyakinkan apa pilihan kita. 

Ya mungkin itu. Hem aku selalu ingat quote keren satu ini, hehe. 

"Jika tidak ada pundak untuk bersadar, ingatlah masih ada lantai untuk selalu bersujud"

Good nite good people :)

Satu senyum lebar untuk sahabatku satu itu dan untuk kalian semua. Oh iya aku ngutip dari tweetnya orang, rada gak nyambung sama posting sih, tapi pengen aku tulis aja disini, soalnya emang "iya" banget tweetnya itu, haha. 

"Terkadang melepaskan adalah sesuatu yang melegakan" (Kentut keleeeeessss hahaha *apasih)

:)

Kamis, 15 Mei 2014

Mungkin dulu aku pernah bilang

"Saling melengkapi itu selalu menyenangkan karena disetiap perbedaan terselip sebuah keindahan"

Tapi ternyata terlalu berbeda itu tidak bisa selalu saling melengkapi. Jika terlalu berbeda tidak akan bisa menjadi indah karena ya memang beda, tidak akan pernah bisa sama, dan gak akan pernah bisa :)

karena sudah terlampau jauh berbeda 'dunia' dan 'sudut pandang' dalam berpikir.

sebenarnya perbedaan tidak akan pernah jadi masalah, dan perbedaan juga tidak akan menjadi sesuatu yang berbeda, jika kita bisa menerima :)

Ya, mungkin itu.

Selasa, 04 Maret 2014

Kebanyakan manusia mendengarkan perkataan orang-orang tanpa mendengar suara kecil di hatinya, dia lupa jika hatinya bisa bersuara dan membisikkan kata.

Terkadang kita itu butuh untuk menutup telinga kita dan tidak mendengarkan perkataan orang lain, cukup ikuti kata hatimu, ikutilah hatimu bersama pemikiran terangmu.

Iya, ter ka dang.

Sayangnya, kita jarang tahu kapan kita harus mendengarkan dan kapan kita harus menutup telinga kita.

Lakukan semua itu dengan hati dan akal sehatmu, karena kata guruku "manusia itu dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu : logika, emosi, dan hati (jiwa), maka kendalikanlah mereka baik-baik, atur mana yang lebih pantas untuk diprioritaskan, dan tentunya kita harus hati-hati dalam mengendalikan ketiganya"

Terimakasih Pak Andi.

Kamis, 20 Februari 2014

Pergi Tanpa Pesan

Gak semua yang kita pengen itu jadi punya kita dan gak semua yang kita pengen itu bisa didapetin gitu aja, kenapa kok gitu? kalo gak kayak gitu kita gak bakalan pernah bisa dapet makna dari sebuah keikhlasan, kita juga jadi gak belajar bagaimana arti sebuah perjuangan, dan kita juga jadi gak belajar bagaimana sesuatu yang kita inginkan itu ternyata berharga....

"Bersyukurlah, maka akan akan Kutambah nikmat-Ku padamu"

Yak, kata-kata itu yang baru merasuki otakku akhir-akhir ini dari sebuah buku keren hasil pinjam tentangga, itulah janji dari Illahi, dan hal itu mbikin aku berpikir tentang cara berpikir seseorang pada umumnya, hehe. Disini aku mau ngomongin soal move on. Iya, move on. hahahaha. gak banget ya bahasanku. (so? blogku ini juga hehehe)

Kenapa kok aku nulis gini? soalnya ada beberapa pendapat orang-orang yang menggangu pikiranku beberapa hari ini hehe. Ganggu tidur, ganggu mimpi indahku :( *oposeh

Ada yang bilang, "aku tuh susah move onnnnn tauuuk", terus ada yang nimpalin, "ih ih, biasanya ya biasanya kalo orang susah move on itu setia looooooh", ngomongnya sambil bibir monyong kayak ikan cupang gitu yang udah gak dikasih makan satu minggu (kalo mau tau kayak gimana, suruh temenku si Babiyl @naabilaa praktekin deh).

Terus ada temen lainnya bilang, "iya iya iyaaa, berarti kalo gampang move on dia gak setia tuh. huh nyebelin yah", sambil sok sok ngebenerin perkataan temennya, padahal dia gak paham temennya ngomong apaan.

Kataku sih, gak ada yang salah sama kata-kata sebagian orang yang itu, tapi ya, tapiiii...  itu salah banget. hahaha. kok bisa?

Move on itu bukan parameter kesetiaan seseorang, bukan juga parameter kadar keseriusan atas sebuah keinginan, bagiku move on itu adalah masa dimana kita belajar tentang keikhlasan, bagaimana kita belajar melepaskan, dan belajar menerima atas apa yang terjadi ke diri kita. *eaaaak* *seketika atikah jadi gundul kayak mario teguh*

Semakin cepat kamu move on, berarti semakin sukses kamu belajar ikhlas. Oh iya, katanya sih kalo ikhlas beneran itu udah gak di omongin lagi dan gak dibahas, jadi kalo mau move on itu jangan bilang-bilang, jadi pergilah tanpa pesan~ lalalallalaaa~

Contoh move on sukses adalah dulunya aku ngebet banget kedokteran, haha, sekarang? aku cinta mati sama Farmasi :*

wassalaam.

Dulu dan Sekarang

Heu gingsul :)

Post ini seharusnya aku tulis dan aku share di hari ulangtahunku, bulan Febuari. Sayangnya, aku terlalu takut untuk menulis dan mengatakan semuanya lewat tulisan.

Jujur, waktu itu aku sebel banget karena kamu sama sekali gak ngucapin, iya, aku tahu kamu sengaja gak ngucapin di pagi hari karena memang gak pengen ngucapin pagi hari. Hari itu aku lagi semester pendek kimia organik. Rasanya campur aduk, perasaan yang paling jelas waktu itu adalah rasa jengkel dan gitu deh..

Tepat jam tiga sore, ada nama yang dari pagi aku tunggu-tunggu untuk ngucapin, kata-katanya sama sekali gak ada manisnya..

"maaf ya baru ngucapin, semoga tambah semakin baik..", begitu kata dia..

Lebih baik aku gak nerima sms itu aja sekalian, dari pada aku kecewa.

"iya hehe makasih", balasku yang memberi tanda kalau aku kecewa.

Mungkin sahabatku pada saat itu  capek kalo ya denger keluhanku seharian, yang dia inilah itulah, atau apalah itu. Tapi memang begini adanya, dia sudah bukan lagi bagianku, dan atau dia memang tidak pernah menjadi bagianku. aku pun tak tau.

Yah, ternyata sepulang semester pendek ada acara gembyor-gembyor-an, entalah apa itu rasa kecewa masih menyelimuti, dia pun gak ngucapin secara langsung padahal kita bertatap muka.

Rasa kecewa itu ada berhari-hari, hehe. Sampai aku rasa, aku memang harus benar-benar pergi. hehe. alay ya.

2 hari setelah ulangtahunku, di teras kos temenku, teras itu menjadi saksi bisu ketika kita berdua berbicara, sungguh pada saat itu jangtungku tidak berdisko seperti biasanya, aneh.

Segala kata dia ucapkan dan akhirnya dia memberiku sebuah kado, aku gak tau apa, masih gak boleh dibuka, tapi setelah aku buka..... :))

Jumat, 14 Februari 2014

Gadis

"Jika masih terlalu banyak pertanyaan tanpa ada jawaban yang keluar sebelum ditanyakan, lalu apa yang harus dilakukan?"

"Tanyakan!"

"Mungkin aku akan menanyakannya seribu tahun nanti."

Lalu gadis itu pergi tanpa membawa keberanian untuk bertanya kepada pemilik jawaban, kedua sisi sedang berselisih di otaknya, dan dia pun tidak tahu kapan seribu tahun lagi itu akan datang.

To be continued.

Rabu, 05 Februari 2014

Tipe-Tipe Stalker di Dunia

Stalking? hahaha. Itu bener-bener udah jadi bahasa yang begitu mendunia cetar seperti ilalang yang tetap tangguh meskipun sudah dicabut sampai akarnya, seperti sesuatu yang udah gak bisa di kembaliin lagi mau gimana pun juga, seperti sampah yang bertebaran dimana-mana dan nyebabin banjir, tapi masih aja semua orang buang sembarang, seperti para manusia yang susah move on... (kamu ngomong apasih tik.....................)

*ngumpulin mood*

fiyuuuuuh.

Aku heran deh, entah dari siapa kata itu bisa populer, dan entah dari siapa juga kebiasaan itu bisa menular, iya SANGAT MENULAR, PENYAKIT MENULAR, penyakit jahat tanpa obat, dan anehnya dia itu bukan obat terlarang, tapi bisa bikin candu tak bertuan ke ribuan orang, entah kenapa :( .

Stalking itu candu, mau stalking takut nyesek, kalo gak stalking bisa mati penasaran (gak sampe gitu juga sih sebenernya -_- yah biar seru dikit lah ya haha)

Dari semua manusia di muka bumi ini, yang baca ini pasti kalian semua adalah bagian dari stalker kan hahahaha. NGAKU GAK!

stalker itu macem-macem, ada yang habis stalk terus galau, ada yang habis stalk terus senyum-senyum, ada yang habis stalk terus mikir padahal dia udah tau gak bakal ada ujung dalam pemikirannya akhirnya sampe capek sendiri, dan ada juga yang stalk sampe hapal semua temen-temennya si target, pacar temennya, sahabatnya pacar temennya, pembantunya, supirnya, kucingnya, dan semuanyah! hahaha. Stalker garis keras -_-

Tunggu, sebelum mbahas tipe-tipe stalker-stalker, aku gak habis pikir, sebelum ada social media, para stalker senior kalo mau nge-stalk gimana ya, sedih deh bayanginnya :( *now playing sometimes when we touch* (biar agak melow gitu deh ceritanyaaa)

masa harus langsung dateng kerumahnya, terus pake teropong ajaib, tapi... itu sedih banget kalo ketauan, bisa dikira pencuri, bisa dikira ngintipin, bisa dikira mau nyolong baju, bisa dikira ngapain cobak, kalo dibawa ke kantor polisi gimana, siapa yang nolongin, SIAPA? aku pasti belum lahir, power ranger juga belum ada kayaknya, apalagi ksatria garuda :(

ah udah ah, nanti jadi sedih (haha apasih), ini dia deh liat aja :(

KLIK READMORE, BUAT BACA!!!!!! HEHEHE :*

Kamis, 30 Januari 2014

Galau is never enough!! :p

Bahagia itu sederhana :)

Iya sesederhana aku suka sama masakan bikinannya mamaku, sesederhana aku mbikin telur ceplok, sesederhana aku memahami kimia organik yang susah dipahami [padahal gak sederhana, believe me! Gak sederhana, tapi semoga setelah aku nulis ini jadi sederhana beneran. Aamiin deh :3 ], dan satu lagi, sesederhana melihat dia tersenyum. Hahaha.

Manusia itu dilahirkan emang untuk memilih kok, buktinya setiap kali ujian kita di suguhi 5 pilihan, dan kita harus bener-bener milih satu diantara mereka, bener-bener harus milih, harus! HARUS! ditegesin biar keren. :(

padahal kan... padahal kan itu.... pilihan yang sulit :( *apasih

Kalo kita memang diharuskan untuk memilih, tidak memilih itu seharusnya juga termasuk pilihan kan? #quotesekilas (insp by benzbara)

Kembali ke tadi, aku bilang manusia dilahirkan memang untuk memilih, ya memilih dalam hidupnya, pilihannya cuma dua kok, yaitu memilih untuk bahagia atau memilih untuk galau :) *backsound jangan menyerah demasip*

Hahaha, dan pastinya aku memilih bahagia. Ya, aku tau, kamu kamu semua, semua orang di dunia ini, di jagad raya, di alam semesta ini, dan di dimensi relatif ini pasti lebih memilih bahagia! (yaiyalah, sapa juga mau galau), tapi kebanyakan praktek galau tuh, yakan yakan, iya banyak yang praktek galau dengan numpang curhat retweet tweet-tweet yang begitu :p 

Aku belajar banyak hal dari semua yang terjadi sama aku akhir-akhir ini, gak semua hal yang kita pengen itu bisa tercapai, dan setelah gak tercapai kita harus sedih gitu? terus mewek? terus nangis tiap malem sampe mata bengep? Terus kayang? Terus push up? Lembar barbel ke muka orang gitu? Terus main pisau? motong wortel?! terus pas ditanyain kenapa malah gak bisa njawab eh malah keluar air mata terus keluar suara hik-hik-hik, dan gak bisa ngomong. Harus gitu? Harus banget? Hah. Melek dong gaeees. *sok asik*

Life must go on kalik. :))

Rasanya malah aku lebih bahagia sekarang, walaupun kadang ada rasa-rasa seliweran yangnyebelinbangetmungkinitugangguansetankaliya *baca ta'awudz* yang bisa munculin otak sok tau, otak beprasangka, dan sok nebak-nebak atau bahkan terbesit rasa sebel terselubung hahaha. (Seketika jadi antagonis) *zoom in* *zoom out* *melotot*

Yang terpenting adalah aku cukup bisa ngeliat senyumnya, lucu-lucuannya, terus aku bisa ketawa. Itu cukup. Ya, untuk sekarang ini cukup. Sudah cukup bisa senyum juga, karena senyum itu menular :)

Terimakasih :) 

Hidup itu cuma sekali, masa mau di buat galau muluk si gaesss? Dibuat bahagia dan seneng itu lebih enak kalik, gak capek :)) 

Ayok sekarang pada senyum dong, kayak aku ;;) :)  *kedip-kedip*

Lagian ya, kalo galau muluk itu ya, yakin deh, percaya sama akuhhhh. Galau gak pernah ada habisnyaaahhh!!!!! ;)

Galau is never enough :p

karena kayaknya galau itu sifatnya nagih, ada nikotinnya kali ya, jadi gak bakal pernah cukup. Stop merokok! Merdeka! Ah entahlah, udah geje nih. Hahaha. Bye! 

Sabtu, 25 Januari 2014

The Power Of #UdahPutusinAjaCoy

Kemaren aku sama anak-anak main kata zona-zona-an gitu deh, Apa itu? Hemm, pasti pada tau deh kalo kalian nge-follow kak Oka. Contohnya itu kayak krupuk zone, kok krupuk? Makanya dengerin dulu, gini..

Kalian inget? kalo misalnya pas kalian lagi makan siang dan kalian pengen banget krupuk eh si krupuk malah gak ada, sebel banget kan? terus waktu ada krupuk, eh ternyata baru keliatan di akhir makan, dan makanannya udah habis, nah itu sama kayak zona dimana ada orang yang kalo di cariin selalu gak ada, tapi kalo gak di cariin eh malah tiba-tiba dateng seenaknya. Hayo siapa yang ada di zona ini? Ecieeeee~ kratak-kratak, dan itu sih kata kak oka.


Kalo kata kita sih, tet teret tereeeet, masih banyak zona-zona yang harus di selidiki dan di analogikan hahahaha *pretlah karena... Ah seru deh kemaren itu! Hahahaha. Cekidot~


Capcin Zone


Ini adalah masa di mana ada couple yang salah satu dari mereka gak setia, jadi pas hubungannya mereka lagi panas alias bertengkar terus, dia nyari yang seger-seger alias nyari sesuatu yang "lain" buat ngademin ati. Sama kan kayak Capcin kan, di cari waktu panas-panas biar tenggorokan adem, tapi kadang juga ada lo yang nyari waktu dingin, meskipun dingin ternyata "capcin" juga masih dicari aja, bahaya deeh. Hayolohhh.. Daripada sakit begitu mendingan #UdahPutusinAja *pakemukenah* *lapotik?!* ah entahlah.

Klik readmore buat Zone-zone yang lain!! :D

Minggu, 19 Januari 2014

SP

Hufet. Hai! Hahaha. Dilarang ngeluh!

Halo 20 januari, 6 hari lagi itu tanggal 26 januari. Heeem, beberapa minggu yang lalu aku selalu minta ingetin si nabila hidung panjang, "bil, ingetin ya kalo tanggal 26 itu ada suatu momen", hari hari berlalu dan sebentar lagi tanggal 26 januari. You know what? Hahahaha aku lupa momen apa yang aku tunggu itu! Kayaknya penting deh, tapi kalo penting masa aku lupa :(


Susah ya kalo lupaan masalah beginian itu ah, gemes! :O


Terus, aku harus bagemana ini? Huh.


Oke, gak penting ah. Yang terpenting adalah hari ini adalah hari pertama aku sp hehehe. Aku sp loo keren khaaaan :3 *dunia harus tahuuuu*


Kenapa keren? Soalnya gini, dulu ya jaman2 sebelum masuk kuliah aku kan gak tau tuh maksudnya dari sp alias "semester pendek" jadi ya gitu deeeh. Begini ceritanya...

Sabtu, 18 Januari 2014

Hello!

Hello!

Waaah hampir setaun (ih alay gak nyampe setaun -_- eh tapi udah ganti taun deng ya) ini atikahnya vacum di blog ini, maklum ya ( ._.)/||

Iya, soalnya itu lo, ah you know lah :”

Sesungguhnya aku udah mau tidur hehe, tapi entah kenapa aku reflek ambil keyboard terus di tancep ke laptop terus ngetik deh. ( iya, ini salah satu alasan aku jarang ngeblog, huruf B sama N ku rusak, jadinya kalo ngetik harus nancepin keyboard gitu deh, sedih yaaa. Hahaha)

Btw, aku nulis karena inget sesuatu. Waktu itu aku pernah nanya sama mamaku, seperti biasa kalo aku nanya itu pasti gara-gara hasil pemikiranku yang gak ada ujungnya alias ujungnya gak jelas -_-
Ah kagok kan udah lama gak nulis di blog ini, hehehe (seringnya di blog sebelah sih hahaha)

*kembali ke yang tadi*

Selama seumur hidupku rasanya aku itu sering banget nemuin manusia manusia yang bisa menyukai beberapa orang dalam waktu bersamaan, dan sekarang aku melihat satu contoh yang sangat nyata sebenernya hehe (oposeh). Waw itu sebenernya bukan atikah banget. Iya, aku kan pernah post kan kalo suka orang gak bisa bercabang, itu gak mungkin............. (apasih tik, penting?)

Akhirnya aku tanya mama.

“mam, kenapa kalo cewek itu selalu fokus sama satu orang, sedangkan kalo cowok ‘terkadang’ bisa bercabang gitu mam rasa sukanya? Kok bisa ya terbagi gitu ya mam...”

“nah, itu istimewanya kita”

Emang sih, jawabannya mama singkat, tapi aku jadi mikir panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget, dan sampe sekarang aku mikir...

No, aku gak lola. Cuma masih mikir aja kok....

Kok bisa ya?

Ada yang tau gak? Heeeemm. Ah tulisanku gak seru banget.
Selamat menulis lagi atikah di sini :D

Oh iya, aku punya resolusi 2014 banyak banget sebenernya, hehehe. Tapi disimpen aja deh di buku, soalnya rahasia hahaha. 

Selamat bulan Januari! bubeeeeeeeeeeey
Large Yellow Polka Dot Pointer
by Atikah