Kamis, 20 Februari 2014

Dulu dan Sekarang

Heu gingsul :)

Post ini seharusnya aku tulis dan aku share di hari ulangtahunku, bulan Febuari. Sayangnya, aku terlalu takut untuk menulis dan mengatakan semuanya lewat tulisan.

Jujur, waktu itu aku sebel banget karena kamu sama sekali gak ngucapin, iya, aku tahu kamu sengaja gak ngucapin di pagi hari karena memang gak pengen ngucapin pagi hari. Hari itu aku lagi semester pendek kimia organik. Rasanya campur aduk, perasaan yang paling jelas waktu itu adalah rasa jengkel dan gitu deh..

Tepat jam tiga sore, ada nama yang dari pagi aku tunggu-tunggu untuk ngucapin, kata-katanya sama sekali gak ada manisnya..

"maaf ya baru ngucapin, semoga tambah semakin baik..", begitu kata dia..

Lebih baik aku gak nerima sms itu aja sekalian, dari pada aku kecewa.

"iya hehe makasih", balasku yang memberi tanda kalau aku kecewa.

Mungkin sahabatku pada saat itu  capek kalo ya denger keluhanku seharian, yang dia inilah itulah, atau apalah itu. Tapi memang begini adanya, dia sudah bukan lagi bagianku, dan atau dia memang tidak pernah menjadi bagianku. aku pun tak tau.

Yah, ternyata sepulang semester pendek ada acara gembyor-gembyor-an, entalah apa itu rasa kecewa masih menyelimuti, dia pun gak ngucapin secara langsung padahal kita bertatap muka.

Rasa kecewa itu ada berhari-hari, hehe. Sampai aku rasa, aku memang harus benar-benar pergi. hehe. alay ya.

2 hari setelah ulangtahunku, di teras kos temenku, teras itu menjadi saksi bisu ketika kita berdua berbicara, sungguh pada saat itu jangtungku tidak berdisko seperti biasanya, aneh.

Segala kata dia ucapkan dan akhirnya dia memberiku sebuah kado, aku gak tau apa, masih gak boleh dibuka, tapi setelah aku buka..... :))



Oh My Allah, isinya buku minion yang dibikin pake usaha, dalemnya lucu deh, di halaman belakang ada surat. Kado itu seperti salam perpisahan, aku ikhlas untuk melepaskan pada saat itu..

ini dia kadonya :))
video

Ternyata hari berat setelah itu dimulai, dia yang datang dan pergi seenaknya. Iya, mungkin dia datang dikala dia kesepian, dan cuma aku yang bisa menemani.....

Seperti dicintai satu sisi di akhir cerita atau sebenernya dari awal cerita? aku pun tak tau..

Rasanya aku tidak bisa mempercayai dia lagi, apapun bentuknya, ketulusannya yang dulu tertutup dengan segala kebencianku terhadapnya, maafkan aku. Seharusnya aku berterimakasih atas kado yang waktu itu kamu berikan, tapi malah aku malu-malu untuk bilang, ya mungkin hanya bilang sekadarnya saja.

Tapi aku sempat menyanyikan lagu untukmu kok, Bukan Untukmu, lagu itu khusus buat kamu, masih tersimpan kok di laptopku, meskipun di soundcloud udah aku hapus. Lagu itu seperti balasan dari sebuah pemberian.

Sekarang, tanggal 17 oktober 2014 (sengaja postingan ini di taruh febuari) aku cuma bisa memandangmu dari jauh, pura-pura tidak melihatmu, berusaha untuk lupa, sendirian. Berusaha untuk menjauh sekuat tenaga, sendirian. Berusaha menghindarimu, sendirian. Menahan keinginanku untuk bicara denganmu, sendirian. Menikmati rasa rindu, sendirian.

Merindukanmu sendirian, tanpa rindumu, dan kamu tidak peduli dengan rinduku.

Berlaga seperti sudah pergi, berperan seperti tidak mengenalmu, tanpa memperdulikan bagaimana perasaanku. Jika bisa aku putar waktu, lebih baik kita sama-sama tidak tahu saja, dan aku berharap kamu memang seharusnya tidak ada.

Ada orang yang bilang, "kita bertemu dengan doa, dan kita terpisah karena lupa".

Sepertinya doa kita tidak bertemu karena kamu sudah pergi lebih dahulu sebelum aku, kita terpisah begitu saja, kita terpisah karena lupa.

Selamat berbahagia kamu, entah kapan kamu benar-benar hilang dari memoriku.

Selamat menulis cerita masing-masing, jika nanti kamu mau, ingatlah aku sewaktu-waktu.

Aku tidak berharap kamu membaca karena aku tahu sudah pergi lebih dahulu. Beruntunglah kamu kalo membaca, setidaknya ada sedikit kata yang tersampaikan meskipun tidak semua :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Big thanks for reading!

Large Yellow Polka Dot Pointer
by Atikah