Kamis, 23 Oktober 2014

Kagumku

Setiap anak pasti punya kelebihan dan kekurangnya masing-masing. Aku mengagumi kakak laki-lakiku dan kakak perempuanku dengan caraku sendiri, mereka begitu sempurna di mataku dalam beberapa hal.

Tanpa mereka ketahui aku mengaguminya dan diam-diam memperhatikannya. Meskipun aku tidak bisa melihat mereka setiap hari, tapi aku mengira-ngira apa yang mereka lakukan. 

Aku mengagumi mereka, rasanya ingin jadi seperti mereka, tapi bagaimana caranya?

Selasa, 21 Oktober 2014

Bukan Tentang Rindu, Apalagi Tentang Kamu

Hai senyum yang sudah lama tidak kusapa, hai mata berbinar yang tak seberbinar dulu, hai rindu yang sudah pergi karena lupa. Hai kamu, iya kamu..

Hahaha. Hanya tulisan, murni tulisan.

emmm, sebenernya ini bukan membahas senyummu lagi, itu sudah terlalu basi untuk ditulis. Ini juga bukan lagi membahas rindu itu lagi, aku saja sudah lupa rasanya merindu, ini juga bukan tentang mata berbinarmu itu, jelasnya bukan tentang kamu..

Hari bertambah hari, umur semakin berkurang, dan cara memandang sesuatu bisa berubah karena pengalaman, lingkungan, dan apa yang dibaca atau didapat dari orang lain. Setiap manusia berhak untuk berubah..

"Banyak dari manusia bertahan dalam lubang kesalahpahaman dan mereka tidak ada yang berusaha untuk memahami"

Itu yang aku rasain sekarang, terjerumus dalam kesalahpahaman..

Dalam hal? yang jelas bukan lagi tentang kamu, rindu, atau apalah itu ;;)

dalam banyak hal, semua hal, hampir semua hal.

Kebanyakan mereka melempar begitu saja tanpa penjelasan, pergi dengan luka, sampai ia lupa jika ia pernah terluka. Seharusnya bicara adalah kuncinya, tapi rasanya luka yang menahannya, luka yang membuat hal itu tidak dibicarakan, luka juga yang takut jika ada tangis setelahnya..

Seharusnya menangis adalah solusi yang paling tepat karena katanya menangis itu menegeluarkan hormon serotonin, hormon bahagia. Tapi sayangnya aku hanya menangis didepan orang-orang yang membuat aku nyaman, aku bukanlah aku yang dulu suka menangis cuma karena kekancingan di pintu kamar mandi sekolah....

Itu atikah jaman SMA cuyy..

Dunia itu bukan tentang itu-itu saja, masih sebagian kecil aku laluin, jadi rugi bangetlah kalo aku masih nangis karena kekancingan di pintu kamar mandi sekolah, atau nangis karena dijepret pake karet, atau nangis karena gak bisa roll depan :')

Aku gak tau tulisan ini bahas tentang apa, tapi aku cuma mau bilang satu hal sama semua yang berada di belakang.

Terimakasih atas segala pelajaran hidup di sma dulu, pelajaran itulah yang membuat aku belajar dan membuka mata lebar-lebar, berpikir lebih terbuka, dan gak mau terjerumus di lubang yang sama. Terimakasih pelajarannya!


Rabu, 08 Oktober 2014

Gelagat Diri

Sebagian orang akan selalu berusaha melakukan yang terbaik sedetail mungkin. Ya, mungkin hanya sebagian orang. 

Berusaha menjadi manusia terbaik tanpa memperdulikan bagaimana situasi dihatinya dan sampai lupa bagaimana menjadi yang paling nyaman. Bukan begitu caranya.

Sebagian orang melakukan terbaik untuk orang-orang terbaik di hatinya bahkan sampai lupa bagaimana menyayangi dirinya sendiri. 

Sebagian orang berusaha menjadi manusia yang diinginkan bahkan sampai lupa bagaimana membuat suasana menjadi hangat. 

Sebagian orang ingin menjadi manusia yang terbaik, tapi mereka salah caranya. Ya, sebagian orang pada bait ini bisa jadi termasuk aku. 

Rutinitas yang dilakukan berhari-hari bahkan bertahun-tahun membuat hafal bagaimana gelagat diri ataupun lingkungan, tapi kenapa terkadang kita tetap melakukan hal buruk yang sudah kita tahu buruk berulang-ulang?

Entah apa hubungan tulisan ini dengan sensitifitas, tapi sensitifitaslah yang membuat aku menulis pagi ini. 

Aku benci beberapa sifat yang selalu melekat pada diriku, sifat yang tidak penting dan sangat meganggu pikiranku berhari-hari sampai akhirnya dia hilang dengan sendirinya. 

Hai jiwa, belajarlah dari yang lalu, jangan kau terus memunculkan sifat yang tidak perlu. Hai jiwa, kau sudah beranjak dewasa, tapi kenapa kau masih seperti ini?
Large Yellow Polka Dot Pointer
by Atikah