Sabtu, 12 Desember 2015

BesideYou! I love You!

Emm...

Kira-kira dua bulan ini, kita sibuk sama bisnis baru kita, bisnis seru-seru-an, bisnis yang isinya seneng-seneng. Kita punya bisnis semacam surprise organizer gitu (instagram: @besideyou.seruprise), jadi orang-orang yang mau kasih surprise temen, gebetan, ortu, atau siapa aja biasanya pake jasa kita. Seru, rempong, semuanya jadi satu.

Gara-gara bisnis ini, kita jadi sering debat gak jelas, kita jadi sering mikir bagaimana kalau gini, bagaimana kalau begitu, mikirin maunya orang, mikirin supaya orang yang di-surprise­-in seneng. Iya, emang nyatanya gitu. Tapi, disini aku banyak belajar bagaimana menghadapi egoku sendiri, bagaimana ngatasin emosiku, dan menanggapi emosi masing-masing orang. Kalian itu gak bisa didefinisikan, kadang nyebelin, kadang aku males ngomong sama kalian, kadang aku juga marah sama kalian, tapi mau senyebelin apapun kalian, entah kenapa aku tetep mau kembali lagi dan ketawa lagi sama kalian.

Well, kalian ini sahabat-sahabat langka, aku akuin bagaimana kalian peduli, mengerti, memahami ini itu, kalian semua hebat, good girls! I LOVE YOU. Akhir-akhir ini aku memang sering emosi karena hal kecil pun, tapi tak ada sedikit niat pun untuk membuat kalian pergi, dan kalian selalu meahami amarahku.

Kalian itu selalu ada, waktu aku suntuk, waktu aku sedih, waktu aku seneng, bahkan waktu aku marah pun, kalian tetep ada.

Aku gak peduli gimana judesnya mumut, aku gak peduli sama mood-mood-an nya babiyl, aku juga gak peduli sama ke-gak tau malu-an nya Nyit. Aku gak peduli, aku tetep sayang kalian mau gimana pun keadaannya, insya Allah.

Mumut emang judes tapi care-nya sama temen gede banget, Babiyl emang mood-mood-an tapi dia paling ngerti banget, Nyit memang gak tau malu tapi ya itulah nyit. Iya, itu emang kalian. J

Ngomong-ngomong kita udah jarang banget nih keluar seneng-seneng (yang bukan nge-job), lucu ya, sering ketemu, tapi kalian itu ngangenin. Hahaha. Aku sweet deh, nulis segini buat kalian, ya gimana lagi, aku kepikirannya kalian. Hohohoho.


Liburan yuk, guys? Jangan ngejob muluk ah kita :p


Kamis, 29 Oktober 2015




“Ketika semangatmu kembali, jangan pernah abaikan dia. Karena menghadirkan semangat itu tidak semudah membentuk senyummu di pagi hari” — Aku


Kamis, 22 Oktober 2015

Apa iya?

Dia bukan pensilku, tapi aku merasa kehilangan pensil itu. Pensil itu seperti lupa pernah aku gunakan untuk beberapa lama, jika dia dikiaskan seperti pensil, apa iya dia sama-sama tidak bisa merindu?

Jumat, 16 Oktober 2015

Kias Kamu

Seperti kura-kura dan kelinci yang berlomba dari start hingga finish. Kura-kura memang tampak lambat, tampak bodoh karena melawan kelinci yang lebih cepat, tapi dia tidak pernah meremehkan satu langkah pun untuk mencapai finish.

Sama seperti aku, aku mencintaimu perlahan, tampaknya memang lambat, tapi aku tidak akan pernah meremehkan setiap langkahku untuk mencintaimu seutuhnya.

Kamu, iya kamu, Skripsweetku :)

Rabu, 14 Oktober 2015

Senyum Saja Sesekali

Putri daratan mendengarkan sesuatu yang mengejutkan tentang pangeran ikan, hal mengejutkan itu membuatnya tersenyum malam ini. Aku, iya, aku ini putri daratan sedang berdiam di tepi lautan dengan berjuta pikiran suntuk, pekerjaanku masih belum selesai juga, rasanya waktuku kurang, aku sempatkan pergi ke tepi lautan, mungkin saja pangeran ikan kembali muncul ke daratan, karena bagiku mengeluh sendirian, meskipun dalam hati itu memalukan, sang ratu daratan juga pernah bilang kepadaku "bagaimana kamu bisa mengeluh, sedangkan kau diberi nikmat sebegitu banyaknya oleh-Nya, mana rasa syukurmu? Masih pantaskah untuk mengeluh?"

Maka dari itu, aku lebih memilih untuk pergi sendirian ke tepi lautan, merasakan ombak yang tidak pernah bosan kembali ke daratan, melihat matahari yang menyapaku sambil memamerkan sinarnya yang menusuk awan-awan empuk di langit sana. Kupandangi hamparan biru didepanku, menantikan dia sang pangeran ikan yang mungkin saja mampir ke daratan.

Aha! Ternyata benar! Aku tidak rugi menunggu disini..

Entah kenapa, wajahnya yang adem membuat pikiranku kembali segar, rasanya semangatku kembali, rasanya aku masih punya waktu lagi untuk menyelesaikan segala kewajibanku. Dia, pangeran daratan seperti menyulap kesuntukan yang aku rasakan, seketika duniaku berwarna.

Hai Pangeran ikan terima kasih telah menyempatkan muncul sebentar ke daratan, kehadiranmu sedikit menghiburku disela-sela kesibukan tugas dari kerajaan daratanku, rasanya sekarang semua terasa ringan, aku juga tidak pernah lupa dengan senyuman khasmu itu, diam-diam aku memperhatikanmu, tak ada seorang pun yang tahu kan hingga detik ini? =))

Kamu saja tidak tahu, hahaha. oh iya, sesekali kamu juga boleh membantu tugas daratanku =)) *bah

Meskipun hanya sebentar senyuman dan suara lirihmu mampu membangkitkan semangatku yang sempat hilang ditelan kesuntukan. Apalagi setelah mendengar kata-kata dari putri daratan yang lain.

“Pangeran ikan juga.............”

Deg! Kenapa dia? Let me know....

Kamu itu seperti arloji yang selalu mengingatkanku akan waktu, sesekali aku harus melihatmu tetapi tidak mungkin setiap saat aku memandangmu. Kamu itu sedingin es, tapi terkadang mencair, terkadang benar-benar beku. Kamu juga seperti buku yang berada di bawah jurang, aku berusaha "menggapaimu", tapi tidak pernah bisa. Kamu seperti buku diaryku, tidak ingin raganya diketahui oleh orang lain, hanya sang pemilik yang boleh tahu. Kamu ya kamu deh pokoknya. =))

tetaplah dingin seperti es kepada semua orang, termasuk aku, tetaplah jadi dirimu. 

Oh iya, satu lagi. Terimakasih telah membangkitkan semangatku =))

Selasa, 06 Oktober 2015



"Tenang, aku menyediakan penyembuh ruang rindumu, nanti ketika kamu merasakan rindu, sini kesini baca tulisanku, karena bisa saja ini tentang kamu" - Aku



Hai pangeran ikan (lagi)

Hari ini pangeran ikan muncul ke daratan, dia menghempaskan senyuman lebarnya, cukup manis. Badannya sedikit basah (lagi), aku pikir dia akan pergi bersama para putri daratan, tetapi...

Tiba-tiba pangeran ikan kembali menyelam, tanpa pamit kepada putri daratan. Aku pikir dia mulai berani untuk bermain ke daratan, tapi seperti dia belum siap. Yah, mau bagaimana lagi? Pangeran ikan tetaplah pangeran ikan, dia lugu, baik, dan cukup membuat putri daratan penasaran.


Apasih yang ada di pikiran pangeran ikan? boleh kasih bocoran dikit gak pangeraaan?

padahal kemaren ceritanya udah the end, tapi ternyata :))

Minggu, 04 Oktober 2015

October?

Hai! Oktober ya? 

Selamat datang bulan baru, semoga bulan ini selalu tersenyum manis seperti langit biru.

Selamat datang bulan baru, semoga bulan ini dihujani rezeki hingga kuterharu :") ((((aaamiiiin))))

Selamat datang oktoberku, kamu tidak spesial sih, tapi bagiku spesial itu pokoknya setiap bulan baru. 

Pokoknya. Titik. 

Barakallah :)

Selasa, 29 September 2015



"Mengingat dirimu itu seperti minum teh di sore hari, sama-sama menenangkan dan sama-sama membahagiakan. Iya itu kamu."- Aku

Minggu, 27 September 2015

Pilih Siripmu atau Putri Daratan?

Semua orang pasti penasaran akan masa depan mereka, begitu juga aku sebagai putri daratan. Aku sangat penasaran apakah pangeran ikan adalah jawaban dari setiap doaku yang aku lontarkan ketika ombak terus menghempaskan tubuhnya ke pesisir pantai tanpa henti atau pangeran ikan hanyalah angin lalu yang seharusnya tidak perlu dihiraukan.

Pangeran ikan, jawab aku, kamu termasuk yang mana?

Sang Pemilik Ombak pasti memiliki kejutan untuk pangeran ikan, begitu juga dengan makhluk lainnya. Semuanya masih rahasia, pangeran ikan dan aku harus menjalani semuanya agar menemukan jawaban.

Pangeran ikan, sudah cukup lama aku menunggu di pesisir pantai ini, tidakkah kau ingin menengok ke daratan sebentar?

Bagaimana jika ada yang bisa menukar siripmu dengan paru-paru? Maukah kau menukarnya? untukku?

Jadi, sekali-kali kamu bisa bernapas di daratan, menyapaku. Kemudian kau bisa kembali ke lautan semaumu, tapi kau tidak bisa sesempurna dulu. Siripmu sudah kau tukar kan?

Tukarkan siripmu, suatu saat nanti, ketika kau sudah siap, ketika kau sudah tau caranya bertahan hidup menjadi makhluk daratan dan makhluk lautan.

atau kamu bisa memilih untuk selamanya di daratan bersamaku, tidak usah kembali ke lautan, akan lebih mudah bukan?

Hem. Pangeran ikan, jika kau bingung bagaimana cara bertahan hidup di daratan, aku rela memberikanmu beberapa kunci untuk memahami caranya. 

Tapi sebelum semua terjadi, aku ingin bertanya. Apakah kau cukup punya nyali untuk melepas badan basahmu itu, melepas siripmu, dan pada akhirnya kau juga bisa mulai menegur makhluk daratan, atau bahkan kau akan menjadi makhluk daratan sejati.

Aku yakin, meskipun entah kapan, kau pasti akan menyapa putri daratan, walaupun misalnya putri daratan itu bukan aku. Waktu itu pasti akan tetap datang.

Siapapun putri daratan nanti yang kau sapa, aku akan tetap bahagia karena kau sudah berhasil menelusuri lautan hingga akhirnya kembali ke daratan.

THE END.

baca juga: Pangeran Ikan yang Selalu Sungkan, Seperti Menunggu Senja

Jumat, 25 September 2015

Seperti Menunggu Senja

Ternyata sang pangeran ikan tidak pernah menoleh ke arahku, maklum aku hanya putri daratan biasa. 

Mungkin dia mengharapkan putri-putri di lautan sana atau malah putri daratan di negri seberang. 

Lalu, apa yang harus kulakukan? Jika menyebut nama pangeran itu pun aku tak bisa. 

Aku tidak pernah tahu kabar pangeran ikan karena aku tidak pernah menanyakan kabarnya. Dia juga tidak pernah menanyakan kabarku.

Aku hanya duduk diam di pinggir lautan menunggu dia muncul di permukaan, memandangi birunya lautan, dan gelombang yang terus menghampiriku. 

Aku baru ingat. Pangeran ikan bukanlah lumba-lumba yang suka muncul di permukaan, pangeran ikan juga bukan hiu yang rela merobek daging setelah mencium bau darah, pangeran ikan juga bukan ikan paus yang besar dan selalu mengeluarkan air dari punggungnya. 

Pangeran ikan cuma pangeran ikan yang memiliki kerajaan yang dia buat sendiri, demi keselamatan dirinya.

Tapi kenapa aku tetap menunggu di pinggir lautan? Sedangkan aku tahu dia tidak akan muncul.

Mungkin.

Seperti lautan yang menunggu senja, dia tidak pernah tahu pasti kapan senja datang, tapi dia tidak akan pernah bosan untuk menunggu dan menyambut senja yang sama di setiap menjelang petang.

baca juga: Pangeran Ikan yang Selalu Sungkan, Pilih Siripmu atau Putri Daratan?

Pangeran Ikan yang Selalu Sungkan

Pangeran ikan. Dia adalah pangeran ikan yang selalu membuatku penasaran.

Aku belum bisa melihatnya jelas karena aku berada di daratan, dia di lautan. Badan tak tampak, tapi kehadirannya jelas adanya.

Badanku selalu kering, sedangkan dia selalu basah seperti ketakutan. 

Rasanya ketika melihat sang pangeran seperti melihat diriku di masa lampau, lucu ya, ternyata aku bisa melihat sosok diriku sendiri di sesosok pangeran itu. Hihihi. 

Dia pangeran ikan yang suka berpetualang, dia seperti sedang mencari jati dirinya, berkelana ke segala penjuru lautan, memperhatikan arah kemana dia harus pergi mencari, melindungi dirinya dari serangan ikan-ikan yang lebih besar, dan memasang tameng tebal untuk menghindar dari putri-putri lautan.

Ingin rasanya aku menyelam ke lautan dan mencari tahu siapakah sebenarnya pangeran ikan itu, tapi....

Aku terlalu takut untuk menyelam, aku takut kehadiranku tidak diinginkan di kerajaannya.

Selain selalu basah seperti ketakutan, dia juga sangat dingin, sehingga membuat diriku enggan untuk membuka percakapan. 

Pangeran ikan, bisakah kamu sekali-kali pergi ke daratan, setidaknya hanya untuk sekedar menyapaku sejenak?

Aku tidak pernah mendengarkan suaramu untukku. 

Minggu, 20 September 2015

Pangeran Tampanku

Aku bersamamu semalaman, kupandangi wajahmu, kupermak kau sedemikian rupa agar esok ketika kau bertemu dengan seseorang-kita, kau sudah tampak tampan seperti pangeran-pangeran di negeri dongeng. 

Ternyata tidak sesulit yang kubayangkan, aku kira memperhatikanmu itu sulit, hanya perlu niat yang tulus, semua akan beres. Sekarang kamu sudah cukup tampan, hmmm. Syukurlah. 

tapi rasanya....

Semakin aku berusaha memahamimu, semakin aku bingung denganmu. Tak apalah, mungkin semuanya butuh proses, ini baru langkah awal kita kan?

Tenang, aku akan tetap memperjuangkanmu, skripsiku! 

Skripsweet, kaulah kamuku. ❤️



“Menulis adalah caraku untuk mencintaimu dalam diam” — Aku

Boleh kan?


Selasa, 15 September 2015

Hai Kamu

Kamu pasti tidak akan pernah sadar bahwa kaulah yang selalu kurindu karena memang kau tidak akan pernah tahu, bahwa kau selalu berada di sekat rinduku.

Senin, 14 September 2015

Apa Benar Itu Kamu?

Melihatmu di pojok sana, dirimu mulai melambaikan tangan ke arahku, rasanya ingin segera kuberanjak dan menyentuhmu, sayangnya ragaku menolak untuk menghampirimu, padahal jiwaku ingin.

Mendengar suaramu memanggilku lirih, aku hanya berlagak bodoh seperti tidak mendengarmu, tapi sungguh aku sebenarnya ingin mendatangi panggilanmu. kamu percaya kan?

Kamu ada disana, aku juga ada disana, kita berada pada dimensi yang sama. Sayangnya seolah-olah aku menganggapmu tidak ada, aku memalingkan mukaku, dan berlagak sibuk dengan yang lainnya, tapi sekali lagi sungguh sebenarnya aku menganggapmu ada, jiwaku ingin menoleh ke arahmu, hanya saja malasku lebih besar dari pada kemauanku, untuk saat ini.

Ah! Tidak! Lupakan!

Aku akan melihatmu, menghampirimu, menyentuhmu, memahami setiap perkataanmu, mendengarkan panggilanmu, aku akan menganggapmu ada di setiap detik hidupku karena kata orang, "skripsi itu bukan dipikir, tapi dikerjakan"

Oke. Semangaaaat!

Semangat buat kalian semua yang sedang berkelana mencari literatur, mengetik setiap huruf, membuat kalimat, membuat paragraf, berpikir sepanjang waktu, melakukan percobaan di laboratorium dengan jas lab yang sudah lusuh, atau buat kalian yang masih mengumpulkan semangat. Ayo kita berjuang bersama. Caiyooooo! #nyemangatindirisendiri

Untuk kamu, kita, kalian semua.

Salam.
Atikah Nadhifah.

Jumat, 11 September 2015

Tentang Rindu for KKN 29

Kangen lagi. Kangen, kangen, kangen. Kata itu selalu aja muncul di pikiranku, ketika ngelihat foto mereka walaupun sekilas, di gallery, di recent update bbm, dimana aja deh, dan aku selalu menghindari baper karena aku emang baper-an, jadi gawat kalo baper lagi. Gak nangis sih, melow kangennya itu loh, hehehe :')

Hai, rindu.

Memang satu bulan berada di satu atap tidak mungkin tidak menyimpan banyak kenangan, tidak mungkin tidak tahu kebiasaan satu sama lain, tidak mungkin untuk tidak rindu, tidak mungkin untuk tidak saling sayang, bagiku.


"Gunakanlah pertemuanmu itu sebaik-baiknya karena kamu tidak pernah tahu, kapan kamu terakhir bertemu. Ya kan?"

huft.

Banyak yang ngangenin disana, semuanya, tanpa terkecuali. Hm....

Angin dinginnya di pagi hari yang nusuk banget, rasanya Malang aja kalah sama dinginnya, terus kangen denger bunyi alarm yang selalu dimatiin sama Kiki setiap pagi, hahaha. Kangen berusaha bangun sepagi mungkin supaya bisa mandi tanpa diketuk, setelah adzan shubuh baru deh satu persatu bangun. 

Satu persatu berteriak untuk antri mandi, ada yang nyerobot karena panggilan alam, ada yang nyerobot untuk wudhu, ada juga yang masih tidur santai-santai gak bingung antri mandi, ada juga yang sibuk ngomentari acara gosip di TV, hahaha. 

Kangen setiap detil dari kebiasaan kalian, rek....
Klik readmore untuk ngelanjutin bacanya, masih panjang loh :)

Jumat, 04 September 2015

Pemalu yang Hangat

Bersahabatlah dengan angin, mungkin saja, suatu saat ia bisa menyampaikan pesanmu kepada seseorang-mu.

Bersahabatlah dengan langit, karena dia selalu menjadi saksi bisu atas segala kenanganmu.

Bersahabatlah dengan matahari, karena kita pasti selalu memandang matahari yang sama, di waktu yang berbeda.

Bersahabatlah dengan awan, karena awan dapat menerima semburan warna dari si Matahari, dia bisa menyerap energi kehangatan cinta si Matahari, dan memberikan keindahan untuk matamu.

Bersahabatlah dengan tanah, karena tanah tempatmu memijak, tempatmu berdiri, tempatmu melakukan segala hal dengan seseorang-mu atau orang lain.

Bersahabatlah dengan alam, karena indahnya alam bergantung pada tangan dan sikapmu, alam membutuhkan kepedulianmu.

Bersahabatlah, bersyukurlah, berserahlah kepada Pencipta segalanya, karena tanpa-Nya kamu tidak bisa bersahabat dengan mereka semua.

Hai blog, kalian dapat salam dari si Matahari yang malu-malu, kemaren pagi. Cuma mau bilang itu aja sih :)



Kamis, 03 September 2015

Berdampingan, Bukan Saling Meruntuhkan

Dia belajar banyak dari kamu, banyak sekali.

Bagaimana kamu tersenyum, bagaimana kamu bertutur kata, bagaimana kamu mengatakan iya, dan bagaimana kamu memanggil namanya.

Senyummu tulus, kedua sudut bibirmu terangkat ke samping ketika kamu memanggil namanya, sudut senyummu menjadi saksi bisu bagaimana dia membalas senyuman tulusmu.

Senyum tulusmu tetap ada saat kamu mendengarkan ceritanya, saat kamu membalas senyumnya, saat kamu memandang matanya, bahkan saat dia melakukan hal bodoh di depanmu. Pandanganmu dalam, matamu terfokus padanya, sehingga dia selalu merasa bahwa kamu mendengarkannya dengan sangat seksama, jadi jangan heran jika kamulah orang yang pertama dicari ketika dia ingin bercerita.

Padahal kesan pertamanya ke kamu itu buruk sekali, tapi itu manusiawi. Dia menilai dari apa yang dia lihat, tapi seharusnya kita perlu memahami dulu kan, barulah mengatakan itu buruk atau baik.

Setelah dia memahamimu, semuanya berjalan dengan baik kok.

Langkahmu lebar, dia jarang berani jalan tepat di sampingmu karena dia bukan orang yang terbiasa berjalan berdua dengan lawan jenis, tapi kamu terlalu membuatnya nyaman, kamu memposisikan dirimu seperti dia sudah lama mengenalmu, tidak terburu-buru, juga tidak terlalu cepat, semuanya berjalan apa adanya, dan tidak ada yang melewati batas aturannya.

Tapi kamu punya benteng yang sangat tinggi, dia juga. Benteng itu bisa berubah-ubah setiap waktu, kadang kokoh dan kadang ringkih. Dia dan kamu, saat ini....

pasti mengalami kebingungan, atau hanya dia saja ya?

Hm.

Tapi jika memang nyaman, dia tidak perlu susah-susah untuk menembus atau meruntuhkan bentengmu itu, tahu kenapa? Karena jika memang nyaman, benteng itu bisa berdampingan, kalian sama-sama punya benteng, tapi sama-sama tahu diri, sama-sama tahu bahwa benteng yang kalian punya itu sama-sama tidak boleh diruntuhkan. Paham kan?

Hm.


Ternyata kenyamanan itu ternyata tidak serumit menyukai seseorang ya?

Nyaman. Satu kata yang membuat aku tersenyum sepanjang hari tanpa harus meyakinkan diriku bahwa aku telah jatuh cinta. *azeeeek*

Selasa, 01 September 2015

Bukan Kamu

Terkadang di pagi hari, tiba-tiba dia muncul di depan rumahku membawakan sebuket bunga dan sepiring sarapan, dan hal itu sering di lakukan tiba-tiba tanpa permintaan, dia selalu menjadi orang teromantis di dunia, dari dulu hingga 3 tahun terakhir ini.

Dia juga memberikan segala hal yang aku inginkan tanpa aku meminta, tiba-tiba saja dia memberikan surprise kecil-kecilan tanpa aku minta, tapi aku mudah bahagia, jadi bagaimana aku tidak bahagia setiap hari karena dialah sumber kebahagian, bukan dari barang yang dia bawanya.

Dia memang cuek kepadaku ketika disibukkan sesuatu, kami sempat memutuskan hubungan, dan pada akhirnya dia memintaku kembali karena dia tidak hanya menyayangiku, tapi juga membutuhkanku.

Ketika aku sedih, dia datang tanpa aku minta, memberikan hiburan kepadaku tanpa membahas kesedihanku, dan dialah seseorang yang bisa membuatku nyaman meskipun dalam keheningan sekalipun.

Aku tidak pernah mencarinya karena dia selalu mencariku, dia selalu menanyakan bagaimana kabarku, bukan posesif, hanya saja dia terlalu mengkhawatirkanku.

Dia bukan hanya separuh jiwaku, tapi dia juga sahabatku, bekerja sama dalam berbagai hal, menyelesaikan masalah bersama, dan bersenang-senangku selalu bersama.

Dari semua cerita diatas tak ada satu pun adalah ceritaku, itu semua cerita orang lain yang aku jabarkan, lalu masihkah kamu bilang bahwa tulisanku itu melulu tentang aku dan kamu?.


Tak perlu ada ikatan apapun antara kita. Kita tak perlu saling menunggu. Kita hanya perlu belajar saling melepaskan dan menerima ketentuan-Nya — Mencintai Kehilangan

Senin, 31 Agustus 2015


"Sebagai orang muda, kita memulihkan hati kita yang sedang kecewa" — Kal Ho Na Ho


I Know Why

Mau sedikit cerita tentang KKNku kemaren. Seru banget, aku nggak pernah mbayangin sesusah ini buat ngehilangin kebaperan itu hahaha.

Disana aku belajar tentang kehidupan, aku belajar tentang apa itu rasa nyaman, aku juga belajar begitu banyak karakter orang-orang yang sebelumnya aku gak pernah ketemu dengan karakter seperti itu. Ada juga yang disana aku melihat karakter yang sama dengan orang yang aku kenal, jadi sekali dideketnya langsung nyambung aja. hohoho.

Aku orangnya memang butuh waktu penyesuaian untuk mengenal orang, untuk menciptakan "nyaman" itu agak butuh waktu, hohoho. Aku bisa jadi orang gendeng segendeng gendengnya orang, kalo udah nyaman, bisa juga diem soalnya belum kenal, dan aku butuh waktu buat mengeluarkan seluruh kegendenganku. *halah*

Kalo bahas ceritanya kayaknya nantian deh. Aku mau cerita tentang jawaban dari semuaaaa pertanyaanku yang sebelum KKN itu selalu aku tanyakan pada diriku sendiri.

Dulu aku gatau tuh, kenapa lebih memilih yang nyaman daripada yang disukai?

Karena yang nyaman sudah pasti disukai, sedangkan yang disukai belum tentu nyaman. Nyaman bisa menghasilkan rasa suka, sedangkan suka bisa saja muncul rasa nyaman, atau malah bisa tidak jadi diri sendiri kalo di dekatnya.

Aku nyaman sama seseorang disana, cerita banyak hal, mencari solusi, memberi solusi, tertawa, sama-sama brempati, kerjasama, dan semuanya ada di zona nyaman itu. Suka? gak ada, aku gak suka siapa-siapa disana, hoho.

Kadang aku mikir, kenapa zona itu tidak melebihi ambang batas zona tersebut, kenapa tetap ada benteng penghalang padahal seharusnya bisa dihancurkan. Tapi aku bukan penghancur benteng karena aku juga punya benteng pertahanan.

Hampir semua orang jatuh cinta disana, aku? belum waktunya, kayaknya.

Aku selalu berpikir, kenapa kalo aku nyaman atau suka sama orang gak pernah tepat sasaran. Maksudnya selalu ada benteng itu, iya bentengku dan benteng orang tersebut. Hahahaha. Akhirnya aku tahu kenapa.

"karena Allah tidak mau membuat aku jatuh cinta kepada orang yang salah, karena Allah menjagakan hatiku untuk orang yang tepat, kelak" *mama dedeh mode ON*

Sekarang aku tahu, kenapa kamu memilih yang lebih nyaman. Mungkin kalo aku jadi kamu, aku juga memilih yang nyaman Hahaha. Untuk dapat jawaban dari segala pertanyaanku dulu, ternyata baru sekarang aku dapet jawabannya di KKN ini hohohoho.

#tetepteamJSS #JombloSampeSah hahaha, bismillah.

---------
baca juga: Gadis Satu, Gadis Dua
---------

Hello Good People!

Hei blog!

Gatau harus mulai darimana, gatau mau mulai bahas darimana. Tadinya aku lagi menenangkan diri dari tulisan-tulisan galau hahaha. Sekarang mungkin udah lebih dewasa kalik, hahaha.

Well. Happy blogging! :)

Senin, 11 Mei 2015

saya orangnya perfectionist, terlalu perfectionist, perasa, pemikir, terlalu memikirkan perasaan ornag lain, ya saya rasa empat sifat yang mendominasi diri saya itu, sudah cukup membuat saya begitu banyak pikiran.

Saya memang orangnya perfectionist, semuanya ingin teroganisir dengan rapih tanpa cacat, semuanya ingin terlihat baik (dan harus benar-benar baik), semua yang saya lakukan harus total, tidak mau setengah-setengah. Tapi hal itulah yang membuat pikiran saya terlalu penuh, membuat semua hal itu dipikirkan dalam satu waktu.

Ingin terlihat perfecto didepan semua orang? No, saya cuma ingin melakukan yang terbaik, sayangnya saya masih bingung sama prioritas. Karena sifat perfectionist saya ini, saya ingin melakukan dengan sebaik-baiknya dalam semua hal, dan ketika hal-hal itu datang bersamaan, saya memikirkan agar sama-sama terbaik, tapi hasilnya? saya jadi pusing sendiri.

Ya, mungkin kalo pusing karena kebanyakan pikiran itu masih bisa dihilangkan dengan menenangkan diri sebentar atau tidur. Tapi ketika ada sesuatu yang mengganjal dihati. apa yang harus saya lakukan?

Karena ingin melakukan segala hal dengan perfecto saya jadi loyo. Oh allah, just please help me. Pikiranku sudah terbagi menjadi subunit-subunit yang begitu banyak :')

Jumat, 08 Mei 2015

Kadang rindu itu terbukti masih ada ketika ada senyuman dibalik kata-katamu.

Tapi aku sudah tidak perlu lagi menyimpan rindu untukmu karena lelah sudah menghampiriku.

Boleh saja aku merindumu, tapi bukan berarti aku ingin kamu kembali. :)

Senin, 20 April 2015

"Ciee Kamulah kamuku selamanya, cieeee"

"cieee, tulisannya buat siapa ituu"

"ciee"

Kenapa sih? Itu cuma tulisan, iya, cuma sekedar rentetan huruf yang aku tata dikit aja, bahkan malah bisa dibilang masih berantakan.

Ini cuma seni menulis, bisa aja kan yang ditulis isi hati orang lain, bisa aja kan yang ditulisa hasil kesimpulan dari melihat orang sekitar, bisa juga tulisan itu dari hasil baca buku, cerita orang-orang, dan masih banyak sumber inspirasi.

Menulis itu bukan melulu tentang diri kita, menulis itu bagiku seni, jadi aku bisa jadi aku di cerita orang lain, kamu juga bisa jadi aku di ceritaku. That's all up to me. Siapapun tokohnya, bagaimanapun alur ceritanya, atau apapun itu, that's all up to me. Titik.

Minggu, 19 April 2015

Aku Harap Harapanku Tidak Pernah Berhenti Untuk Aku Harapkan

Akhir-akhir ini dia muncul di pikiranku, entah virus apa yang meracuni otak ini, hehe. Gak biasanya karena udah jarang banget kepikiran begini, hehe.

Melihat dia jantungtu udah biasa saja tuh, bahkan kalo melihat dia di depanku rasanya malah pingin pergi aja, menjauh, melengos, intinya lebih baik tidak bertemu aja deh, hehe.

Tapi ada satu hal yang mungkin tidak berubah diantara kami berdua (dari sudut pandangku sih)...

Aku tetap ingin dia tidak berhenti mencintaiku,
meskipun sapa sudah jarang dilontarkan,
meskipun senyum kita sudah jarang dipertemukan,
meskipun aku selalu menghindar,
meskipun aku tidak mengharapkan kehadiranmu,
meskipun aku sudah pergi jauh,
meskipun aku sudah tak lagi merindukanmu,
bahkan meskipun aku sudah menolakmu untuk kembali,
aku tetap ingin melihatmu tidak berhenti mencintaiku,
aku tetap ingin melihatmu berusaha,
aku cuma ingin itu kok, simple kan.

aku cuma ingin melihat sebenarnya cinta itu sungguh adanya gak sih?

mungkin itu yang tidak berubah dari aku kepadamu. Iya. Yang tidak berubah cuma keinginanku aja kok, yang lainya udah entah kemana.

:)

Rabu, 15 April 2015

Dikala aku suntuk, wajahmulah yang muncul dipikiranku. Dikala aku tak bersemangat untuk melakukan berbagai hal, senyummulah yang muncul didepan mata khayalku.

Manusia memang egois, aku juga, jadi aku ingin memilikimu, kamu milikku, pokoknya. Itu sih mauku, tapi aku bisa apa?

Hai pemilik hatiku, bisakah kamu kembalikan hati itu? Aku sudah terlalu lelah berjalan dengan hati yang kosong, tanpa arah, seperti manusia yang tidak bisa jatuh cinta.

Kamu memang indah, tapi keindahan tidak selalu indah jika aku memiliki, keindahan tidak harus dimiliki, mungkin aku cuma bisa menikmati keindahan dirimu dengan melihat ragamu tersenyum tanpa aku.

Hei kamu, pesan pentingku untukmu. Kembalikan hatiku, cepat, sekarang juga!

Saya Rindu tapi Saya Takut

Saya rindu jatuh cinta, bagaimana saya bisa tersenyum didepan layar handphone dengan penuh kebahagiaan.

Saya juga rindu bagaimana seseorang bisa membuat saya lebih jatuh cinta dari hari kehari, saya merindukan bagaimana seseorang memandang dengan dalam, saya rindu semua.

Saya rindu jatuh cinta, rindu cara dia berbicara, rindu cara dia menghampiri saya, dan merindukan segala hal yang sudah tidak ada sekarang. Saya rindu, tapi bukan berarti saya ingin jatuh cinta.

Karena jatuh cinta itu memiliki rasa yang berbeda di setiap momennya, hari ini saya merasakan cinta, esok harinya juga, tapi jelas rasanya berbeda.

Jatuh cinta itu bagi saya adalah semangat ketika bangun pagi, ketika melakukan aktivitas, dan entahlah. Saya pun hampir lupa rasanya jatuh cinta.

Awalnya saya pikir dialah orang yang terakhir untuk saya benar-benar cintai, ternyata bukan, iya pokoknya bukan, sepertinya bukan.

Saya rindu jatuh cinta, tapi saya lebih takut untuk patah hati.
Mungkinkah kau rasakan yang sama?
Kau ingin coba sekali lagi, adakah rasa rindu yang sama?
Bisakah kita kembali utuh lagi?

Kudengar angin bisikan namamu, seakan dunia telah setuju.
Bodohnya aku paksakan kau menjauh,
Padahal jelas hanya kau yang aku mau.

Maudy Ayunda - Sekali Lagi

Jika ada seseorang yang melihatmu dari kejauhan, jika ada seseorang yang menyimpan senyum darimu, berarti itu aku.

Jika ada seseorang yang berusaha menjauhimu dengan menghindarimu, jika ada seseorang yang tampak selalu tidak menyukaimu, berarti itu aku orangnya.

Jika ada seseorang yang menuliskan tentangmu, menuliskan segala hal tentangmu, meskipun ragamu sudah tak mungkin untuk digapai, berarti orang itu juga aku.

Jika ada seseorang yang tidak pernah lelah untuk menunggumuu tanpa waktu yang jelas, menunggumu seperti orang bodoh menunggu bus di lorong sempit yang kendaraanpun jarang lewat, berarti orang itu juga aku.

Mungkinkah?

Seseorang itu aku?

Mungkinkah aku sesetia itu menunggumu atau mungkinkah aku seputus asa itu sehingga tak ada lagi celah untukku berpaling darimu?

Selasa, 14 April 2015

Hey Lelaki

Katanya gadis itu sudah tak memiliki rasa, katanya juga gadis itu hatinya sudah kosong. Katanya sih.

Tapi, gadis itu memikirkan lelaki itu setiap hari, kadang terbesit, kadang terlupa, kadang ada, kadang tidak ada.

Bahkan kadang gadis itu lupa jika ada lelaki itu, tetapi kadang lelaki itu tiba0tiba muncul di kepalanya tanpa mau permisi pulang, tanpa mau pergi keluar.

Tidak tahu lagi berapa level rindu untuk lelaki itu kali ini karena bagi gadis itu rindu sudah lagi tak ada artinya. Apakah bisa mencinta tanpa merindukan?

Hei lelaki, lihatlah mata gadis itu mungkin hanya kamu yang bisa mengetahui jawaban sebenarnya.

karena gadis itu pun tidak tahu.

Sabtu, 11 April 2015

The first but..

Jadi inget dulu betapa polosnya aku bagaimana awal jatuh cinta, hehe. Aku emang selalu berprinsip gak pengen pacaran, tapi waktu itu aku masih kecil, aku masih di masa tulisan gede kecil, dimana nulis lagi ngapain aja harus Gy NgApZz :')

Namanya masih seumuran begitu, rasa penasarannya semakin tinggi, apalagi baru-baru masuk sma, berasa udah gede aja. Aku yang dulunya gak pernah suka atau jatuh cinta sama orang, tapi eh di-pdkt-in, terus eh tiba-tiba ditembak. Yaudah, aku tahu kok, itu sebagiannya seneng sama sebagiannya karena penasaran. hehe. sorry ._.v

Disana aku masih malu-malu, masih ngelakuin hal-hal yang kayak kucing ketemu sama apa aja.

Mengenang bukan berarti masih ada rasa loh ya, cuma pengen nulis aja. Dulu, aku jarang banget piket kelas, dia bener-bener kebalikanku, dia rajinnya minta AMPOOON kalo soal piket, jadi setiap jatahku piket dia yang piketin aku. Kadang aku sampe dikejar kedepan gerbang cuma baut disuruh piket, tapi aku kabur, yaudah dianya tetep aja mau piketin :')

Sesederhana itu dulu aku bahagia. Khawatirnya aku waktu dia kecelakaan, sebelnya aku kalo dipacok-pacok-in, dia yang ngajak omong aku dikelas setelah sholat dhuhur meskipun aku gak pernah lihat wajahnya, tapi malah pake sepatu sama kaos kaki pas diajak omong, gak tau malu :')

Dia yang kalo ditinggal ganti sprei aja udah kalang kabut dikira ilang kemana, dia yang sering tiba-tiba tak marahin tanpa alasan kalo aku lagi pengen cari gara-gara aja, hahhaa. Bener deh, cuma gara-gara nanya "kamu udah makan?", aku bikin drama, iseng aja, eh jadinya malah aku marah beneran. hahaha. nggilani banget aku.

Dia yang dulu kayak orang depresi waktu aku putusin gara-gara ketahuan sama mama, terus akhirnya kayak orang gak kenal sampe kelas 3.

Tapi dia emang orangnya baik, meskipun udah kayak orang gak kenal, dia selalu inget ulangtahunku (kecuali tahun ini, tumben banget), dan meskipun aku gak pernah inget dan tau kapan sebenernya ulangtahunnya. Dia lelaki pertama yang ngasih kado ulangtahun buat aku, selain kakak sama abiku. hahaha.

Waktu kelas 3, aku masih aja minta dikerjain pr bahasa jepangnya, minta diajarin, padahal aku udah jahat kayak orang gak kenal, pr-nya aja dititipin ke Babiyl, koreksiannya juga dititpin ke Babiyl. Ngomong cuma via sms, gak mau secara langsung. Tapi dia orangnya emang baik, beda sama aku jahatnya begitu sama dia :')

Maap ya. Tapi kalo diinget semua, ternyata lucu juga, betapa menjijikkannya aku! :D

Tapi itu dulu, biar aja jadi cerita dan pelajaran, Yukk Jomblo sampai nanti waktunyaaa O:)
#IkatanJombloBahagiaSetiaSamaJodoh hastagh apa ini. APAA INIII. HAHAHAHA.

How It feels?

"Gimana seneng ketemu terus hari ini?", seorang teman tiba-tiba nyeletuk gitu aja.

"seneng apa maksudnya?"

"ya seneng kan ketemu terus dari kemaren?", dia memperjelas apa yang dia maksudkan.

"emmm gak ah, aku biasa aja kok, kenapa emangnya"

"gak papa, aku suka aja ngelihat kalian berdua", seorang temenku mengatakan suatu 'hal' yang.... hmm :')

"aku malah gak suka ngelihat dia"

"ah masaaaak?"

"iyaaa, dari lubuk hati ini ngomongnya. bukaen ini loh hatiku hahaha"

Well, seharusnya aku biasa aja setelah ngomong begitu, tapi yang ada, sekarang aku malah kepikiran ngomong begitu. Ap itu karena aku seperti membohongi diri sendiri ya?

Apa iya? hmmm...

Kalo kamu sendiri, apa kamu ngerasa membohongi diri sendiri ketika kamu bilang "aku udah move on kok" ke semua teman-temanmu?

How it feels? merasa ada sesuatu yang aneh?

Jumat, 10 April 2015

Almost Lover

Ruang antara otak dan hati ternyata memang berbeda, cara merasakan semuanya juga berbeda. menurutku sih.

Aku sekarang tahu apa parameter dari move on, kayanya hehe

Ketika kamu merasa dia sudah tidak di hatimu lagi, tetapi masih dipikiranmu. Sebentar lagi berarti kamu melepaskannya, bukan?
Ingat ketika kamu mulai menyukai seseorang? awalnya kamu memikirkannya bukan? Kemudian baru mulai menggoyahkan hatimu?

Mungkin untuk kembali, kita harus berjalan mundur, mengembalikan semuanya. Pertama kita kembalikan hati, barulah pikiran.

Yah, itu menurutku sih. Entahlah tidak ada keinginan untuk kembali mencintai karena aku lebih takut untuk tersakiti daripada jatuh cinta lagi.

Good Bye my almost lover!

Rabu, 08 April 2015

Surat yang Tak Pernah Terbaca

Kamu.

Kamu itu seperti rumah, membuat aku merasa selalu ingin pulang ketika aku merasa sendu di luar sana.

Kamu juga seperti buku diaryku, membuat aku ingin menceritakan semua keluh kesahku dan bahagiaku.

Kamu juga seperti matahari, membawa cahaya disaat aku merasa terpuruk dalam kegelapan.

Kamu juga seperti kabar bahagia yang selalu membuatku tersenyum ketika kamu hadir.

Kamu juga seperti obat penenangku, membuat aku lebih tenang disaat panik, membuat aku tidak berlebihan dalam mengkhawatirkan sesuatu.

Kadang kamu juga pemicu semangatku, meskipun kadang kamu menyebalkan.

Kamu. Kamu. Kamu.

Meskipun kamu seperti rumah yang membuatku selalu ingin pulang, aku tidak bisa pulang ke rumah  karena rumah itu kamu.

Meskipun kamu seperti buku diaryku, jiwaku tidak menginjinkanku untuk menuliskan segala keluh kesahku, bahkan bahagiaku sekalipun.

Meskipun kamu juga seperti matahari yang membawa sinar, aku lebih memilih lampu jika kamu mataharinya, untuk saat ini.

Meskipun kamu juga kabar bahagia yang selalu menghasilkan senyuman. Sekarang yang kudapat bukanlah senyuman, aku menghindari kabar bahagia itu, dan mencari kabaar bahagia dari hal lain.

Meskipun kamu seperti obat penenangku, aku tidak boleh terlalu sering meminum obat penenang karena sesuatu yang berlebihan tidak baik, kan?

Kamu kadang pemicu semangatku? iya, kadang. Karena kamu lebih sering mengeluarkan kata-kata yang menyebalkan dan akhirnya membuatku semangat.

Meskipun semuanya sudah hilang, kamu pernah memberikanku senyuman yang sangat lebar sampai aku tidak bisa berhenti tersenyum sepanjang hari, kamu juga pernah membuat aku semangat seperti api membara, dan apapun itu, terimakasihku akan selalu kuucapkan dalam hatiku untukmu. Biarlah tulisan ini menjadi surat yang tak pernah terbaca olehmu.

thank you.
Kadang memang kita butuh sebuah "tamparan" keras untuk sebuah kesadaran. Jika tidak ditampar pada saat itu mungkin aku tidak pernah sadar.

Tenggelam dalam khayalan dan harapan, sampai lupa mana yang lebih nyata. Tapi sekarang aku sudah sadar, setidaknya aku tidak terlalu jauh untuk sadar. 

:)

engkau jauh, Aku jauh, engkau dekat, Aku dekat

"engkau jauh, Aku jauh, engkau dekat, Aku dekat"

Lagu itu udah gak asing di telinga semua orang, kata-kata yang secara gak sengaja masuk ke alam bawah sadar pikiran seseorang, dan sekarang aku rasa sepertinya Allah cemburu..

Gak tau ya, aku ngerasa aja. Subhanallah, begitu cintanya Allah sama hamba-Nya. Selalu peringatkan aku dengan halus ya Allah, jika salah :)

Dulu, aku waktu jatuh cinta, rasanya aku jadi jauuuuh sama Allah. Sholat jadi gak tepat waktu, jarang ngaji, malah habis sholat langsung ngejar hape buat bales smsnya dia. Yah, emang gitu selalu pada akhirnya, you know what? dia pergi hehe.

Aku merasa ketika aku mengabaikan Allah, Dia memperingatkanku dengan cara halusnya, kadang sakit, kadang butuh berpikir, kadang butuh air mata dulu, baru aku bisa memahami, tapi itulah cara Allah untuk memperingatkanku, mungkin.

Setelah kehilangan orang yang membuat aku jatuh cinta, aku datang lagi, mendekatkan diri kepada Allah-ku. Mengatakan setiap keluh kesahku, menumpahkan tangisku, menyatakan kesalku, mengeluarkan segala hal yang membuat aku menangis di tengah malam, menceritakan segala ketidak adilan, dan semuanya.

Lambat laun, semuanya kembali, hatiku sembuh.

"Dia-lah yang memberi penyakit, dan Dia juga yang mengangkat penyakit itu"

Iya, aku selalu berdoa agar Allah segera menyembuhkan lukaku itu, dan akhirnya sembuh.

Aku tidak tahu, beberapa bulan kemudian, aku mulai menjauh tanpa aku sadari, memang benar..

"yang susah itu bukan untuk berhijrah, tetapi tetap istiqomahlah yang paling banyak cobaannya"

Jauh? Iya, aku ngerasa kok, hatiku hampa, kosong, kadang aku sering nangis gak jelas. Yah, boleh diakui emosiku emang masih labil banget, ya labil dalam artian kadang aku bisa bahagia karena hal kecil, dan aku juga bisa galau mati-matian karena satu kata atau satu hal pun. That's soooo me! hehe

Subhanallah, aku bersyukur karena ketika aku menjauh (tanpa aku sadari), Dia memperingatkanku dengan cara halusnya.

Hari ini, aku ujian Preskripsi (pelajaran tentang obat-obatan, seperti simulasi nanti di Apotek). Aku belajar dari siang sampe malem, paginya aku langsung belajar (kebiasaan belajar pagi baru bisa waktu kuliah alhamdulillah :')), siangnya aku ujian. Well?

Nilaiku buruk banget :')

Entah rasanya percuma belajar kemaren, sampe-sampe aku bilang mama..

A: mam, aku percuma banget belajar semalem, aku gak bisa ujian tadi
M: tenang nak, mungkin sekarang percuma, tapi pasti itu berguna kelak :)

Iya, memang semua itu ada maknanya, ada hikmahnya, dan ada pesan tersirat buat Atikah.

Ajaib gak? kamu siap buat masuk ketika ujian, tetapi waktu ujian kamu blank? sebel iya, tetapi aku jadi belajar disini..

Kamu tahu siapa yang ngatur semua ini? Siapa yang mengingatkanmu waktu kamu lupa pada ujian? siapa yang nolong kamu? siapa yang membuat dosen salah ngasih nilai jadi lebih baik?

You know the answer, Tik.

dan instropeksilah. Mungkin dengan hal ini, kamu bisa mendapatkan banyak pelajaran.

Maha Besar Allah Dengan Segala Kuasanya...

everythings gonna be okay. Meskipun kamu merasa sendiri, kamu tidak sebenar-benarnya sendiri, Allah begitu dekat, Dia ada di dalam hatimu.

Minggu, 25 Januari 2015



"Jangan belajar untuk menjadi sukses, tapi belajarlah untuk membesarkan jiwa." — 3 idiots





Large Yellow Polka Dot Pointer
by Atikah