Kamis, 03 September 2015

Berdampingan, Bukan Saling Meruntuhkan

Dia belajar banyak dari kamu, banyak sekali.

Bagaimana kamu tersenyum, bagaimana kamu bertutur kata, bagaimana kamu mengatakan iya, dan bagaimana kamu memanggil namanya.

Senyummu tulus, kedua sudut bibirmu terangkat ke samping ketika kamu memanggil namanya, sudut senyummu menjadi saksi bisu bagaimana dia membalas senyuman tulusmu.

Senyum tulusmu tetap ada saat kamu mendengarkan ceritanya, saat kamu membalas senyumnya, saat kamu memandang matanya, bahkan saat dia melakukan hal bodoh di depanmu. Pandanganmu dalam, matamu terfokus padanya, sehingga dia selalu merasa bahwa kamu mendengarkannya dengan sangat seksama, jadi jangan heran jika kamulah orang yang pertama dicari ketika dia ingin bercerita.

Padahal kesan pertamanya ke kamu itu buruk sekali, tapi itu manusiawi. Dia menilai dari apa yang dia lihat, tapi seharusnya kita perlu memahami dulu kan, barulah mengatakan itu buruk atau baik.

Setelah dia memahamimu, semuanya berjalan dengan baik kok.

Langkahmu lebar, dia jarang berani jalan tepat di sampingmu karena dia bukan orang yang terbiasa berjalan berdua dengan lawan jenis, tapi kamu terlalu membuatnya nyaman, kamu memposisikan dirimu seperti dia sudah lama mengenalmu, tidak terburu-buru, juga tidak terlalu cepat, semuanya berjalan apa adanya, dan tidak ada yang melewati batas aturannya.

Tapi kamu punya benteng yang sangat tinggi, dia juga. Benteng itu bisa berubah-ubah setiap waktu, kadang kokoh dan kadang ringkih. Dia dan kamu, saat ini....

pasti mengalami kebingungan, atau hanya dia saja ya?

Hm.

Tapi jika memang nyaman, dia tidak perlu susah-susah untuk menembus atau meruntuhkan bentengmu itu, tahu kenapa? Karena jika memang nyaman, benteng itu bisa berdampingan, kalian sama-sama punya benteng, tapi sama-sama tahu diri, sama-sama tahu bahwa benteng yang kalian punya itu sama-sama tidak boleh diruntuhkan. Paham kan?

Hm.


Ternyata kenyamanan itu ternyata tidak serumit menyukai seseorang ya?

Nyaman. Satu kata yang membuat aku tersenyum sepanjang hari tanpa harus meyakinkan diriku bahwa aku telah jatuh cinta. *azeeeek*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Big thanks for reading!

Large Yellow Polka Dot Pointer
by Atikah