Selasa, 08 November 2016

Rindu itu Tanda Kenormalan Hatimu

"Merantaulah.. karena akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya, pada kampung halamanmu, pada mereka yang kau tinggalkan."
Yaps! How I miss my hometown :")

Bagiku, gak ada kota yang benar-benar nyaman senyaman Malang. Selama aku hidup (untuk 22 tahun ini) dari kota yang pernah aku kunjungi, aku suka kota-kota itu, yaaa mungkin karena liburan, tapi kalau sama kota Malang itu aku cinta, aku rindu, dan pastinya aku nyaman.

Kota yang cukup dingin dibandingkan kota yang aku tinggali sekarang, kota yang makanan-makanannya sudah beradaptasi dengan lidahku, kota yang jalannya mudah untuk aku hafal dan aku sambung-sambungkan, kota dengan banyak tempat yang bisa aku kunjungi untuk sekedar jalan-jalan dan moto-moto, kota dimana ketika hujan turun aku senang karena aroma hujannya menenangkan, kota dimana aku bisa menikmati teh hangat kesukaanku tanpa harus kepanasan, kota dimana aku tinggal dan lahir disana. Jika disuruh mendeskripsikan bagaimana kota Malang, dengan bangganya akan aku deskripsikan sangat detail.

Kemarin abiku dateng ke Solo, seneng banget karena rasa rindu terobati, tapi ketika abi pulang rasa kangenku tambah besar, rasanya aku tambah pengen pulang.

Kadang ada yang bilang,

"kangen terus aja ini atikah..."

Apa salahnya rindu? Aku tidak pernah protes tentang rindu, karena rindu itu adalah bentuk normal dari hati seseorang, karena dengan rindu juga, kamu akan menyadari orang-orang yang sebenarnya melekat dihatimu.

Aku juga rindu segala kebiasaanku di Malang karena banyak kebiasaan yang gak bisa aku lakukan juga disini. Sesimple teh hangat saja aku tidak bisa melakukannya, karena mana bisaaaa, pulang-pulang kuliah dengan matahari terik pengennya ya es, bukan yang anget-anget. hahaha.

Aku juga rindu  kamar, apalagi kucingku. Kedua kucingku yang selalu dateng kepadaku kalo minta makan, yang gak pernah tega liat aku sendirian dikamar, yang selalu minta diperhatikan kalo aku lagi asik laptopan. Ahhh pokoknya mereka selalu ada disampingku mau aku nonton tv, main laptop, belajar, atau sekedar main hape, mereka sukanya deket-deket. Bahkan kadang kalo mereka merasa gak aku gubris seharian, mereka naik tangannya ke atas mejaku, ngelihat wajahku dengan wajah melas mereka, minta di-elus, minta disayang. How i miss them!

Aku kangen dapur, tempat dimana aku sering bereksperimen (baru-baru ini sebelum ke Solo) setelah ngelihat tutorial masak di youtube atau instagram. Huvt. Disini ada sih dapur, tapi yang gak ada itu bahannya sama waktunya.

Aku kangen mereka semua, keluargaku, sahabat-sabahatku, semuanya! dan itu pasti, merekalah yang pertama kali aku rindukan, tanpa henti. Kadang aku membayangkan wajah mereka dan kebiasaan mereka. Jatuhnya ya tetap rindu.

"karena obat rindu bagiku adalah bertemu, facetime, telpon, chating adalah penunda rindu paling mujarab sebelum bertemu. Tapi tetap aja, bertemu adalah obatnya."

See you! Ingat, jangan pernah malu untuk merindu karena merindu adalah tanda kenormalan hatimu. Good night!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Big thanks for reading!

Large Yellow Polka Dot Pointer
by Atikah