Senin, 30 Januari 2017

Ekspektasi

Sang batu tak pernah berkata kepada air bahwa ia kesakitan jika terus dijatuhi olehnya,
Sang air juga tidak pernah tahu bahwa dia telah menyakiti batu yang setia menemaninya,
Angin, lumut, dan tanah-tanah gembur itu menjadi saksi bisu hubungan mereka berdua,
Pertanyaannya, bila semua itu sebenarnya adalah manusia.

Kamu yang mana?

Aku tidak ingin menjadi batu yang tidak bisa mengatakan bahwa sebenarnya ia kesakitan,
Aku juga tidak ingin menjadi air yang tanpa sadar menyakiti seseorangnya setiap saat,
Aku juga tidak mau menjadi angin yang menjadi pembawa beritaentah benar atau salah,

Bagaimana dengan lumut?

Lumut? Dia juga tidak pernah berani berbicara dengan batu, 
Bagaimana batu bisa percaya, jika dia hanya mendapatkan berita dari angin,

Lumut, jika aku jadi kamu, aku akan mengatakan hal ini kepada batu,

"Hei, meskipun kau berkali-kali disakiti oleh air, aku ada disini, lihatlah aku"

"Aku sudah tumbuh di tubuhmu sejak air menyakitimu, aku yang melindungimu."

tapi apakah kalian tahu yang dilakukan lumut?
Dia hanya diam membisu, tak berkutik sedikit pun,
layaknya batu (dalam arti sebenarnya)

Emmm, tapi aku cukup salut dengan lumut, setidaknya dia langsung bertidak,
sayangnya batu tak semudah itu mencerna maksud si lumut

Baiklah. Jika bukan lumut, bagaimana dengan tanah-tanah gembur?

Emm.
Terkadang dia tercampur lumpur,
bahkan aku tidak bisa membedakan antara lumpur dan tanah-tanah gembur, 
aku tidak terlalu memahami mereka

------

Mungkin aku terlalu berekspektasi terhadap sesuatu,
ekspektasi terlalu tinggi, bagiku tak pernah tak menghasilkan kekecewaan.

Seperti batu yang terlalu berekspektasi dicintai oleh air,
Seperti air yang berekspektasi bahwa dialah yang paling hebat mencintai,
Seperti angin yang berekspektasi bahwa dialah yang paling tahu,
Seperti lumut yang berekspektasi sang batu tahu tentang dirinya,
Seperti tanah-tanah gembur yang berekspektasi untuk aku pahami,

Mereka semua berekspektasi.

"kau boleh berekspektasi, tapi jangan terlalu besar jika kau hanya diam. Besarkan saja usahamu, bukan ekspektasimu"

boleh kok, kau boleh berekspektasi, tapi jangan lupa untuk tahu diri,
membandingkan ekspektasimu dengan usahamu.

Apakah sudah sebanding?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Big thanks for reading!

Large Yellow Polka Dot Pointer
by Atikah